JAKARTA, BisnisMarket.com - Sebuah video yang menampilkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa lele mentah di salah satu sekolah di Pamekasan, Jawa Timur, sempat menyita perhatian publik. Banyak yang menganggap menu tersebut tidak layak konsumsi dan berpotensi membahayakan siswa. Namun, setelah dilakukan klarifikasi resmi, fakta sebenarnya jauh berbeda dan justru menunjukkan komitmen besar terhadap kesehatan dan gizi anak-anak bangsa.

Klarifikasi dari Pihak Berwenang

Dilansir dari Kompas.com (10/3), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan bahwa video yang beredar hanya menampilkan sebagian menu, sehingga menimbulkan persepsi yang tidak utuh. Ia menjelaskan, "Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan sebenarnya lengkap." Ia menambahkan bahwa dalam paket tersebut terdapat lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, dan buah naga.

Dikutip dari pernyataan resmi, Nanik menegaskan bahwa "setiap menu dalam program MBG disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan." Ia menegaskan bahwa seluruh proses penyiapan dan distribusi makanan selalu diawasi ketat agar standar kualitas tetap terjaga.


Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus usai meninjau MBG di SMK 1 Jakarta Pusat pada Kamis, 8 Januari 2026. (Foto KOMPAS.com/Rahel)

Menu yang Seimbang dan Berkualitas

Sementara itu, ahli gizi dari SPPG Pamekasan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi memiliki alasan gizi dan ketahanan pangan. "Kenapa kami menggunakan lele marinasi? Pertama untuk mencegah berkurangnya gizi dan menambah protein di hari itu. Selain itu, marinasi juga membuat lele bisa bertahan hingga satu hari," ujarnya.

Selain lele, menu lengkap ini juga mencakup tahu dan tempe ungkep yang kaya protein nabati, serta susu dan buah naga yang kaya vitamin dan mineral. Menurut Nanik, seluruh menu disusun secara cermat agar memenuhi standar gizi dan keamanan pangan, serta mampu mendukung pertumbuhan dan kesehatan siswa.

Penolakan Sekolah dan Klarifikasi