BISNISMARKET.COM - Hubungan diplomatik tingkat tinggi kembali terjalin antara Teheran dan Moskow di tengah memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Percakapan telepon antara kedua pemimpin negara tersebut difokuskan pada perkembangan terkini mengenai konflik yang terjadi.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan posisi tegas negaranya mengenai kedaulatan teritorial. Ia menegaskan kembali komitmen Iran untuk menjaga independensi negaranya sembari tetap mengupayakan solusi perdamaian jangka panjang.
Penegasan ini disampaikan Pezeshkian sebagai respons langsung terhadap serangkaian serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. Situasi ini telah meningkatkan ketegangan regional secara signifikan.
Dalam dialog tersebut, Pezeshkian secara terbuka menyampaikan kecaman kerasnya terhadap langkah-langkah agresif yang diambil oleh Washington dan Tel Aviv. Tindakan militer tersebut dinilai telah mengancam stabilitas kawasan.
Diketahui bahwa eskalasi konflik ini bermula ketika AS dan Israel melancarkan serangan militer pada tanggal 28 Februari lalu terhadap Iran. Serangan tersebut dikabarkan merenggut nyawa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Sebagai balasan atas agresi tersebut, Iran tidak tinggal diam dan merespons dengan melancarkan serangkaian serangan balasan. Serangan balasan Iran mencakup penggunaan rudal serta drone yang ditargetkan ke wilayah Israel.
Selain itu, Iran juga diketahui mengarahkan serangan drone dan rudal tersebut ke pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di negara-negara sekitar kawasan tersebut. Hal ini menunjukkan peningkatan risiko konflik yang lebih luas.
Mengenai komitmen pertahanan kedaulatan, Presiden Iran menyatakan, "Iran menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan kedaulatannya sambil mengupayakan perdamaian abadi, di tengah serangan Amerika Serikat-Israel terhadap negara tersebut," dilansir dari sumber terkait.
Adapun mengenai reaksi terhadap agresi yang terjadi, Presiden Pezeshkian mengutuk tegas tindakan tersebut dalam pembicaraannya dengan Putin. "Pezeshkian mengutuk tindakan agresif Amerika Serikat dan Israel," sebagaimana disampaikan dalam percakapan telepon tersebut.