BISNISMARKET.COM - Pertandingan krusial babak semifinal Liga Champions leg kedua antara Arsenal melawan Atlético de Madrid telah digelar malam ini, Rabu (XX/XX) pukul 21:00 WIB di Emirates Stadium, London. Pertemuan ini menentukan siapa yang akan melaju ke partai puncak kompetisi elit Eropa tersebut.

Sejak awal laga, atmosfer di London Utara sangat panas, ditandai dengan insiden kontroversial yang menarik perhatian wasit Daniel Stiebert. Terdapat klaim penalti dari pihak Atlético setelah terjadi kontak antara Calafiori dan Antoine Griezmann, namun wasit justru meniupkan pelanggaran sebelumnya yang dilakukan Pubill terhadap Gabriel.

Mikel Arteta melakukan tiga pergantian pemain sekaligus untuk Arsenal, menarik keluar Saka, Eze, dan Calafiori untuk memasukkan Madueke, Odegaard, dan Hincapié. Sementara itu, Diego Simeone membalas dengan memasukkan Sorloth, Cardoso, dan Nahuel Molina menggantikan Lookman, Giuliano Simeone, dan Le Normand.

Salah satu momen paling disorot adalah ketika Atlético Madrid merasa dirugikan dengan keputusan wasit terkait potensi penalti. "PENALTI AL LIMBO UNTUK ATLÉTICO DE MADRID!!!" menjadi sorotan karena tekel Calafiori terhadap Griezmann dinilai sangat jelas, namun dianulir karena dugaan pelanggaran sebelumnya.

Sebelum gol tercipta, Griezmann sempat menciptakan peluang emas yang berhasil ditepis dengan baik oleh kiper Arsenal, David Raya. Selain itu, ada juga peluang dari Giuliano Simeone yang gagal berbuah gol saat di depan gawang yang kosong, meskipun ia sempat mengeluhkan adanya tarikan dari Gabriel.

Babak pertama berakhir dengan keunggulan tipis 1-0 untuk tuan rumah, setelah Bukayo Saka mencetak gol menjelang turun minum. Gol tersebut tercipta setelah tembakan Trossard ditepis Oblak, meninggalkan bola liar yang kemudian disambar Saka di mulut gawang.

Kekecewaan sempat menyelimuti kubu Atlético karena kesalahan krusial terjadi sesaat sebelum gol tercipta. "Pubill falla en el peor momento" menjadi narasi yang muncul, di mana Marc Pubill salah mengantisipasi bola umpan silang yang berujung pada gol Saka.

Dilansir dari AS.com, meskipun Atlético Madrid mengontrol permainan dengan baik di babak pertama tanpa kebobolan, gol tunggal Saka tersebut memaksa tim asuhan Cholo Simeone wajib mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan. "Una pena el gol a última hora del Arsenal porque el Atlético había realizado una buena primera parte," demikian analisis singkat mengenai situasi di jeda turun minum.

Sementara itu, para penggemar kedua tim menunjukkan dukungan luar biasa di Emirates Stadium, dengan suporter Arsenal menyambut timnya dengan koreografi bertema "Por tierra y por mar," sementara 3.000 pendukung Atlético turut menyuarakan dukungan mereka.