BISNISMARKET.COM - Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, mengungkap sebuah fakta mengejutkan mengenai struktur usaha di Indonesia yang masih didominasi oleh skala mikro. Kondisi ini secara langsung mengindikasikan bahwa sebagian besar pelaku usaha nasional belum mampu mencapai fase peningkatan skala bisnis.

Fakta ini disampaikan Helvi saat memberikan sambutan dalam acara Dialog Menuju Kesejahteraan Anak Generasi yang diselenggarakan di kantor Kementerian Bappenas, Jakarta. Momen ini terjadi pada hari Senin, 7 April 2026.

"Sebanyak 99 persen usaha di Indonesia ini masih berskala mikro yang menunjukkan bahwa sebagian besar usaha belum naik kelas," ucapnya saat memberi sambutan di acara Dialog Menuju Kesejahteraan Anak Generasi di kantor Kementerian Bappenas, Jakarta pada Senin (7/4/2026).

Menurut Wamen Helvi, terdapat beberapa faktor signifikan yang menjadi penghambat utama bagi UMKM untuk melakukan lompatan kelas dan berkembang lebih jauh. Hambatan-hambatan ini menyangkut berbagai aspek fundamental dalam operasional bisnis mereka.

Salah satu kendala krusial adalah terbatasnya jangkauan UMKM terhadap pasar yang lebih luas, termasuk peluang kemitraan global. Selain itu, akses terhadap modal pembiayaan juga menjadi batu sandungan besar bagi pertumbuhan usaha.

"Akses UMKM terhadap pasar dan kemitraan global masih terbatas, begitu pula pada aspek pembiayaan, dimana hingga saat ini baru sekitar 30,5 persen UMKM yang mengakses kredit perbankan," kata beliau.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti masalah kapasitas usaha, pemanfaatan teknologi yang belum optimal, serta tantangan dalam pemenuhan standar kualitas produk. Ketiga aspek ini dinilai perlu mendapatkan penguatan serius.

"Di samping itu kapasitas usaha, pemanfaatan teknologi dan pemenuhan standarisasi juga perlu diperkuat," imbuhnya, menegaskan perlunya intervensi strategis.

Pengembangan sektor UMKM sangat bergantung pada pembinaan dan pengembangan jiwa kewirausahaan, khususnya di kalangan generasi muda. Dukungan ekosistem yang inklusif akan mendorong peningkatan daya saing.