BISNISMARKET.com - Sri Mulyani Indrawati wanita yang lahir 26 Agustus 1962 adalah ekonom Indonesia yang dikenal luas karena reformasi fiskal, modernisasi sistem pajak, pengelolaan utang publik yang hati-hati, serta kepemimpinan dalam menghadapi krisis global. 

Sri Mulyani juga pernah menjabat sebagai Managing Director and COO Bank Dunia sebelum kembali memimpin Kementerian Keuangan, yang membuatnya dihormati baik di tingkat nasional maupun internasional. Berikut adalah sederet prestasi mentereng dirinya:


1. Jejak karier dan latar belakang singkat
Sri Mulyani menempuh pendidikan hingga gelar doktor di bidang ekonomi. Ia pertama kali menjabat Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2005–2010), kemudian melanjutkan karier internasional di Bank Dunia.

Sebelum kembali dipercaya memimpin Kementerian Keuangan pada 2016 hingga beberapa periode berikutnya. Pengalaman lintas nasional dan global membuatnya memiliki perspektif luas dalam kebijakan fiskal.


2. Reformasi Kementerian Keuangan and modernisasi tata kelola
Salah satu gebrakan awalnya adalah mereformasi Kementerian Keuangan, termasuk menertibkan birokrasi, meningkatkan transparansi, serta menindak praktik korupsi di lingkungan pajak dan bea cukai. 

Langkah ini menjadi fondasi bagi sistem fiskal yang lebih kredibel dan efisien, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.


3. Memperluas basis pajak dan meningkatkan penerimaan
Ia fokus memperluas basis pajak dengan memperbaiki administrasi, meningkatkan kepatuhan, dan melakukan digitalisasi layanan. Hasilnya, jumlah wajib pajak meningkat drastis dan penerimaan pajak tumbuh signifikan setiap tahunnya. Hal ini memberikan ruang fiskal lebih besar untuk mendanai pembangunan dan program pemerintah.


4. Pengelolaan utang publik dan stabilitas makro
Ia dikenal sebagai sosok yang disiplin dalam mengelola fiskal. Rasio utang terhadap PDB berhasil ditekan hingga level yang lebih sehat, dan komposisi utang diarahkan agar lebih terkendali, dengan porsi lebih besar dalam mata uang rupiah. Strategi ini membuat Indonesia lebih dipercaya pasar global dan memudahkan akses pembiayaan dengan bunga lebih rendah.


5. Manajer krisis: 2008 dan pandemi COVID-19
Krisis keuangan global 2008 dan pandemi COVID-19 menjadi ujian besar. Sri Mulyani merancang kebijakan fiskal yang menyeimbangkan stimulus ekonomi dengan jaring pengaman sosial, tanpa mengorbankan stabilitas fiskal jangka panjang. Peran ini mengukuhkan reputasinya sebagai manajer krisis yang andal.