BISNISMARKET.com - Hari pertama menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa langsung menjadi sorotan publik karena pernyataannya yang dianggap blunder dan kontroversial. 

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pandangannya terkait pertumbuhan ekonomi, respons terhadap aspirasi masyarakat, serta strategi pengelolaan fiskal dan instrumen keuangan negara.

Dalam wawancara terbuka, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa suara sebagian kecil rakyat yang merasa terganggu dengan kebijakan pemerintah kemungkinan disebabkan karena kehidupan mereka yang belum cukup nyaman. 

"Tuntutan apa 17+8? Saya belum mempelajari. Begini, itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa? Mungkin sebagian merasa terganggu, hidupnya masih kurang,” ucap Purbaya dalam sebuah wawancara sebagaimana dikutip Bisnis Market pada 10 September 2025. 

Ia menegaskan bahwa dirinya akan berupaya menciptakan pertumbuhan ekonomi sebesar 6–7 persen, dengan perhatian masyarakat akan lebih tertuju pada pekerjaan dan kesejahteraan mereka dibandingkan melakukan demonstrasi. 

"On saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen –7 persen itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo," katanya.

Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa arahan Presiden adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi secepat mungkin. Ia berencana mengoptimalkan berbagai instrumen keuangan dan fiskal untuk memperlancar laju ekonomi. 

Ketika ditanya terkait instruksi khusus soal penerimaan negara, Purbaya mengaku belum ada arahan spesifik. Ia menekankan pentingnya mempelajari kondisi pajak dan instrumen fiskal yang ada. 

"Belum ada. Cuman basically saya akan lihat seperti apa intinya. Kalau kita enggak bisa rubah dalam waktu dekat untuk meningkatkan TS, ya kita percepat pertumbuhan ekonominya," jelasnya.