BISNISMARKET.COM - Menghadapi potensi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Pimpinan wilayah kepolisian di Sumsel menyerukan adanya kesinergian penuh di antara jajaran.

Instruksi penting ini disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, kepada seluruh personelnya. Beliau menekankan perlunya merapatkan barisan dan memperkuat semangat dalam melayani kepentingan masyarakat, terutama menjelang musim rawan kebakaran.

Komando ini disampaikan oleh Irjen Sandi Nugroho saat memimpin apel pagi yang juga dirangkai sebagai kegiatan Halal Bihalal. Momen penting ini berlangsung di Halaman Markas Polda Sumsel pada hari Rabu, 25 Maret 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Polda Sumsel. Turut hadir pula Wakil Kapolda (Wakapolda) Sumsel Brigjen Rony Samtana, serta Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Kombes Feri Handoko Soenarso.

Selain itu, seluruh jajaran Pejabat Utama (PJU) beserta personel organik Polda Sumsel turut mengikuti arahan strategis dari Kapolda. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan institusi dalam menanggapi prediksi cuaca ekstrem tersebut.

Irjen Sandi Nugroho mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi tanpa lelah yang telah ditunjukkan oleh para personel selama periode pengamanan Idul Fitri. Mereka dinilai telah bekerja keras menjaga keamanan masyarakat.

Beliau secara spesifik menggarisbawahi bahwa rasa aman dan nyaman yang berhasil dirasakan oleh warga selama momen hari raya besar tersebut merupakan buah nyata dari kolaborasi yang kuat. Hal ini dilansir dari keterangan resmi Polda Sumsel.

"Rasa aman dan nyaman yang dirasakan warga adalah hasil dari sinergitas yang solid antara Polri, ASN, TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat," tegas Irjen Sandi Nugroho.

Pesan ini menggarisbawahi pentingnya melanjutkan pola kerja sama lintas sektor tersebut untuk menghadapi tantangan berikutnya, yaitu potensi bencana Karhutla yang mengintai wilayah Sumsel.