BISNISMARKET.COM - Insiden dramatis terjadi di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, di mana aparat kepolisian harus berhadapan dengan situasi berbahaya saat bertugas. Kejadian ini melibatkan seorang pria dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) yang menunjukkan perilaku agresif di kediamannya.

Pelaku yang diketahui berinisial NA (23) dilaporkan mengamuk hebat di rumahnya yang berlokasi di Benteng, Selayar. Situasi semakin memburuk ketika petugas kepolisian tiba di lokasi untuk meredam keributan tersebut.

Fokus utama dalam insiden ini adalah keberanian seorang anggota polisi, Briptu Muhlis, yang berusaha mendekati dan menenangkan NA yang sedang dalam kondisi mengamuk. Upaya pendekatan persuasif ini justru dibalas dengan serangan mendadak.

Saat Briptu Muhlis menjalankan tugasnya untuk mengevakuasi atau menenangkan NA, pelaku tiba-tiba menyerang menggunakan senjata tajam berupa kapak. Serangan kilat tersebut mengenai tubuh korban yang menyebabkan luka-luka serius.

"Pria dengan gangguan mental alias ODGJ berinisial NA (23) di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), membacok seorang polisi menggunakan kapak saat hendak diamankan," memaparkan inti peristiwa yang terjadi.

Korban dalam insiden ini adalah Briptu Muhlis, yang kini harus menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya. Insiden ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi petugas saat menangani kasus sensitif melibatkan gangguan kejiwaan.

Peristiwa penyerangan ini terjadi pada hari Selasa, tepatnya tanggal 24 Maret, ketika Briptu Muhlis bersama rekan-rekannya merespons laporan mengenai NA yang sedang mengamuk. Mereka turun ke lokasi dengan tujuan utama meredakan situasi.

"Korban dibacok saat mencoba menenangkan NA yang sedang mengamuk di rumahnya, Benteng, Selayar, Selasa (24/3), saat sedang mengamuk, Briptu Muhlis dan rekan-rekannya turun ke lokasi," jelas kronologi singkat mengenai momen penyerangan tersebut.

Kondisi Briptu Muhlis dilaporkan mengalami luka-luka akibat sabetan kapak tersebut, memaksa penanganan medis segera dilakukan. Tindakan cepat dari rekan-rekan korban turut membantu mengamankan situasi pasca penyerangan.