BISNISMARKET.COM - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) sedang gencar melaksanakan langkah strategis yang signifikan untuk mengaktifkan kembali fasilitas produksi biodiesel yang berlokasi di Rengat, Provinsi Riau. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan nasional.

Fasilitas produksi di Rengat ini direncanakan memiliki kapasitas operasional yang sangat besar, yakni mencapai 600.000 ton per tahun setelah proses reaktivasi selesai dilakukan. Target ambisius ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan energi domestik.

Konfirmasi mengenai rencana besar ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, kepada publik. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah sesi keterangan pers di ibu kota.

Momen penegasan rencana strategis ini terjadi pada hari Senin, 6 Juli 2026, yang bertempat di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta. Tanggal ini menjadi penanda dimulainya persiapan intensif untuk reaktivasi pabrik.

"PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mengaktifkan kembali fasilitas produksi biodiesel yang berlokasi di Rengat, Riau. Kapasitas produksi yang direncanakan untuk pabrik ini mencapai 600.000 ton per tahun," ujar Mohammad Abdul Ghani.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa langkah reaktivasi ini sejalan dengan komitmen kuat yang dimiliki oleh perusahaan plat merah tersebut terhadap pengembangan energi bersih di Indonesia. Hal ini menunjukkan peran BUMN dalam transisi energi.

Mohammad Abdul Ghani juga menggarisbawahi bahwa target produksi sebesar 600.000 ton per tahun tersebut diharapkan dapat terealisasi sepenuhnya pada akhir tahun 2027 mendatang. Proyeksi waktu ini memberikan kerangka kerja yang jelas bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, rencana ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi biodiesel dalam negeri tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah Riau melalui peningkatan aktivitas industri.

Reaktivasi pabrik biodiesel di Rengat ini merupakan upaya konkret dalam mendukung program pemerintah terkait bauran energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Fokus utama adalah mencapai kemandirian energi yang berkelanjutan.