BisnisMarket.com - Sebuah video viral menggemparkan jagat maya, menampilkan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember, Jawa Timur, ditemukan dalam kondisi yang tak terbayangkan. Ia ditemukan masih hidup di dalam sebuah peti es batu di Vietnam, sebuah penemuan yang mengundang tanya dan kengerian. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember pun angkat bicara mengenai kabar yang mengejutkan ini.
"Itu memang info yang beberapa hari terakhir saya perhatikan terus. Ternyata memang mengagetkan, infonya itu dari Jember," ujar Kepala Disnaker Jember Suprihandoko kepada media, Selasa (13/5), mengkonfirmasi kebenaran informasi yang beredar.
Pihaknya menyatakan akan segera menurunkan tim untuk mendampingi keluarga korban begitu informasi yang lebih lengkap diterima. Disnaker Jember menduga kuat bahwa korban berangkat bekerja di luar negeri secara nonprosedural, yang semakin memperburuk potensi risiko yang dihadapi.
Identitas TKW malang tersebut diketahui bernama Sri Wahyuni (27). Ia ditemukan oleh petugas kepolisian dan bea cukai di Pelabuhan Hifong, Vietnam, dalam sebuah operasi yang mengungkap penyelundupan yang mengerikan. Peti es yang menjadi tempat persembunyian Sri dinarasikan berasal dari Kamboja dan ditemukan di dalam sebuah kontainer yang nyaris membeku. Peti tersebut dibungkus berlapis-lapis dengan plastik dan baja tipis, menimbulkan kecurigaan mendalam dari petugas.
Awalnya, petugas menduga peti es tersebut digunakan untuk menyelundupkan organ tubuh manusia atau bahkan jasad yang telah meninggal. Namun, kenyataan yang mereka temui saat membuka peti tersebut jauh lebih mengejutkan dan memilukan. Di dalamnya, petugas menemukan sesosok perempuan muda yang ternyata masih hidup, meski dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Petugas setempat segera bertindak cepat untuk mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kisah tragis Sri Wahyuni mengingatkan tentang bahaya dan risiko yang dihadapi oleh para pekerja migran ilegal. Modus penyelundupan yang tidak manusiawi ini menggambarkan betapa rentannya posisi mereka yang tidak memiliki perlindungan hukum yang memadai.
Penemuan Sri Wahyuni yang masih hidup di dalam peti es ini bukan hanya sekadar berita viral, tetapi juga sebuah alarm bagi kita semua. Ini adalah potret buram tentang perdagangan manusia dan eksploitasi pekerja migran yang harus segera dihentikan. Keadilan dan perlindungan bagi Sri Wahyuni serta para pekerja migran lainnya harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.