JAKARTA, BISNISMARKET.COM – Kabar duka menyelimuti pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Sebanyak lima peserta meninggal dunia dalam rentang waktu 17 hingga 26 Juni 2026 saat menjalani tahapan latihan bela negara dan pembentukan karakter yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan di sejumlah satuan pendidikan TNI.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa seluruh peserta telah lolos seleksi kesehatan menyeluruh sebelum mengikuti pendidikan. Pemeriksaan tersebut mencakup tes laboratorium darah dan urine, EKG, rontgen dada, USG abdomen, serta pemeriksaan fisik lainnya.
Kemhan menjelaskan bahwa latihan bela negara ini bukan pendidikan militer pembentukan prajurit, melainkan bertujuan membangun karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, integritas, profesionalisme, kemampuan bekerja di bawah tekanan, serta semangat pengabdian masyarakat.
Meskipun demikian, lima peserta dilaporkan meninggal dunia akibat kondisi medis yang berbeda-beda. Seluruhnya telah menerima penanganan awal di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Berikut adalah kronologi meninggalnya kelima peserta tersebut:
1. Yonanda Muhammad Taufiq (Cardiac Arrest)
Korban pertama adalah Yonanda Muhammad Taufiq, peserta dari Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja, Sumatera Selatan. Pada Rabu, 17 Juni 2026, sekitar pukul 17.17 WIB, pelatih menemukan Yonanda mengalami penurunan kesadaran saat mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan.
Setelah pertolongan awal, ia dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Noesmir Baturaja. Sayangnya, pada pukul 18.30 WIB, dokter menyatakan Yonanda meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung).
2. Anisa Muyassaroh (Heat Stroke)
Korban kedua, Anisa Muyassaroh, mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Pada Kamis, 18 Juni 2026, sekitar pukul 13.35 WITA, Anisa mengeluhkan sesak napas dan mual sebelum kegiatan pembelajaran.