JAKARTA, BisnisMarket.com
- Pekan penutup paruh pertama tahun 2026 berjalan kurang menggembirakan bagi
pelaku pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus menelan
pil pahit dengan mencatatkan pelemahan cukup dalam. Berada di ambang level
psikologis 6.000, indeks justru tergelincir dan meninggalkan jejak merah yang
cukup mencolok sepanjang lima hari perdagangan.
Koreksi Signifikan di Akhir Bulan
Dilansir dari Bloomberg Technoz (27/6), “Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) melemah 4,55 persen sepanjang perdagangan pekan terakhir
Juni 2026 dan ditutup di level 5.896,134. Pelemahan tersebut dipicu oleh
tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan,
energi, dan material dasar.”
Penurunan sebesar 281,01 poin ini turut menggerus
nilai keseluruhan pasar. Selama periode yang sama, kapitalisasi pasar Bursa
Efek Indonesia menyusut 4,51 persen menjadi Rp10.302 triliun, turun dari posisi
sebelumnya sebesar Rp10.788 triliun.
Pemberat Utama Pergerakan Indeks
Tekanan terbesar berasal dari saham-saham papan atas
yang memiliki bobot cukup besar dalam perhitungan indeks. PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk (BMRI) tercatat sebagai penyumbang penurunan terbesar. Saham ini
melemah 7,42 persen dan memangkas IHSG sebanyak 25,04 poin.
Berikutnya adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk
(BRMS) yang terkoreksi tajam hingga 24,55 persen, membebani indeks sebesar
24,31 poin. Posisi ketiga ditempati PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
yang turun 12,57 persen dengan kontribusi negatif 14,58 poin.
Tak hanya itu, saham energi dan barang konsumsi juga
ikut terseret. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 10,19 persen,
diikuti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 13,82 persen. Sektor
perbankan lain seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga turut memberi tekanan tambahan.
Dampak dan Pandangan Singkat