JAKARTA, BISNISMARKET.COM – Kabar duka menyelimuti pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diperuntukkan bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Hingga akhir Juni 2026, sebanyak lima peserta dilaporkan meninggal dunia saat menjalani pendidikan dan latihan (diklat) yang merupakan bagian integral dari program tersebut.
Peristiwa ini menimbulkan perhatian publik karena terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan. Perlu dicatat, seluruh peserta telah melewati tahapan seleksi ketat, termasuk seleksi administrasi, tes kompetensi, dan pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan lolos.
Pemerintah telah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Selain itu, pemerintah memastikan bahwa seluruh peserta yang mengalami kondisi darurat telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur yang berlaku.
Menyusul insiden ini, evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek pelaksanaan pendidikan sedang dilakukan untuk meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan peserta selama pelatihan.
Berikut adalah identitas lima peserta yang meninggal dunia beserta kronologi singkat kejadian berdasarkan data yang diumumkan:
1. Yonanda Muhammad Taufiq
Yonanda menjalani pendidikan di Satuan Pendidikan Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Pada 17 Juni 2026, saat mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan berupa berjalan kaki, kondisinya tiba-tiba menurun dan tidak sadarkan diri menjelang sore.
Setelah dilarikan ke pos kesehatan dan dirujuk ke rumah sakit, Yonanda dinyatakan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan penyebab kematiannya adalah henti jantung (cardiac arrest).
2. Anisa Muyassaroh
Anisa mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Pada 18 Juni 2026, saat menjalani rangkaian latihan, Anisa mengalami gangguan kesehatan serius.