BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia tengah menggariskan peta jalan yang ambisius untuk menggenjot laju perekonomian nasional hingga mencapai target pertumbuhan sebesar 5,4% pada tahun 2026 mendatang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara resmi memaparkan strategi komprehensif yang akan menjadi tumpuan utama pencapaian target ambisius tersebut. Langkah ini menunjukkan optimisme pemerintah dalam menavigasi tantangan ekonomi global melalui kebijakan domestik yang terarah.
Fokus utama strategi ini akan menyasar empat sektor prioritas utama yang dinilai memiliki daya ungkit tinggi terhadap pertumbuhan agregat. Keempat sektor tersebut meliputi pertanian, sektor manufaktur yang terus didorong peningkatannya, percepatan ekonomi digital, serta penguatan ketahanan energi nasional. Selain itu, sejumlah program prioritas nasional juga disiapkan sebagai katalisator penting guna mencapai angka pertumbuhan yang ditetapkan.
Airlangga merinci beberapa program unggulan yang diharapkan dapat mengakselerasi pencapaian target, seperti implementasi program Makan Bergizi Gratis dan inisiatif Koperasi Merah Putih yang strategis. Pembangunan tiga juta unit rumah juga menjadi bagian penting untuk memicu permintaan domestik sekaligus menciptakan lapangan kerja baru, baik di perkotaan maupun pedesaan. Upaya peningkatan produktivitas melalui penyelarasan tenaga kerja (link and match) juga terus digalakkan.
Dalam upaya memfasilitasi investasi, pemerintah bertekad untuk terus mengakselerasi reformasi struktural yang mendasar, termasuk melalui proses deregulasi dan penyederhanaan perizinan berbasis Online Single Submission (OSS). "Berbagai program prioritas nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, komersialisasi Danantara, peningkatan FDI, pembangunan tiga juta rumah yang diharapkan mampu mendorong permintaan domestik sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja di wilayah perkotaan maupun perdesaan, serta peningkatan produktivitas melalui link and match tenaga kerja," papar Airlangga, dalam Indonesia Economic Forum 2026, dikutip Kamis (5/3/2026).
Di samping penguatan konsumsi domestik, strategi jangka menengah juga mencakup pendalaman pasar keuangan melalui peningkatan transparansi bursa dan perluasan partisipasi investor institusional domestik. Dorongan terhadap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan program hilirisasi industri juga terus diintensifkan untuk memaksimalkan nilai tambah produk dalam negeri. Langkah inovatif seperti peluncuran bullion bank disiapkan sebagai alternatif instrumen investasi yang lebih stabil di tengah ketidakpastian global.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan dalam jangka pendek, terutama menjelang momentum hari besar, pemerintah telah menyiapkan paket stimulus fiskal yang signifikan. Stimulus ini mencakup diskon transportasi, penyaluran bantuan pangan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat, serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Kebijakan ini ditargetkan mampu mengakselerasi belanja masyarakat sehingga pertumbuhan Triwulan I-2026 dapat menyentuh angka 5,5% (yoy).
Keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di masa depan akan diperkuat melalui perbaikan fundamental, termasuk peningkatan rasio perpajakan melalui digitalisasi dan implementasi sistem Coretax. "Karena kalau Coretax-nya jalan, itu dari PPN aja mungkin kita bisa dapet tambahan 2-3%. Jadi kita tetap optimis dengan perbaikan penerimaan, maka perekonomian akan lebih solid," tegas Airlangga, seraya menekankan pentingnya investasi pada pembangunan sumber daya manusia.