BisnisMarket - Nama Cak Lontong belakangan semakin sering terdengar setelah resmi diangkat sebagai Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan strategi bisnis perusahaan ke depan.
Namun, jauh sebelum terjun ke dunia korporasi dan politik, Cak Lontong sudah menjadi figur yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Pria bernama asli Lies Hartono ini lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 7 Oktober 1970. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dan menempuh pendidikan di Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Julukan “Lontong” sudah melekat sejak masa SMA, karena tubuhnya yang tinggi dan kurus menyerupai lontong. Panggilan ini terus terbawa hingga masa kuliah, bahkan dosen dan teman-temannya di ITS pun memanggilnya demikian. Sementara “Cak” adalah sapaan khas laki-laki Jawa Timur.
Karier Cak Lontong di dunia hiburan dimulai pada awal 1990-an bersama grup lawak Ludruk Cap Toegoe di Surabaya. Namanya mulai dikenal luas setelah tampil di berbagai acara komedi televisi seperti Republik BBM, Stand Up Comedy Show, dan Indonesia Lawak Klub.
Gaya humornya yang khas, mengandalkan logika absurd, plesetan, dan peribahasa ciptaannya sendiri, membuatnya punya tempat tersendiri di hati penonton.
Tak hanya di panggung hiburan, Cak Lontong juga aktif di dunia politik. Pada Pilkada Jakarta 2024, ia dipercaya menjadi Ketua Tim Pemenangan pasangan Pramono Anung dan Rano Karno. Penunjukan ini sempat mengejutkan banyak pihak, namun dianggap mampu membawa suasana kampanye yang lebih segar dan ceria.
Kini, dengan latar belakang unik sebagai komedian dan pengalaman di berbagai bidang, Cak Lontong diharapkan bisa memberikan warna baru dalam jajaran komisaris Ancol, sekaligus memperkuat strategi perusahaan untuk masa depan.