ATLANTA, BisnisMarket.com — Tim nasional Argentina memang sukses mengunci tiket ke babak Final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Inggris dengan skor tipis 2-1 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta. Meski demikian, kegembiraan sang juara bertahan kini dibayangi oleh ancaman hukuman serius dari federasi sepak bola dunia, FIFA.
Pasalnya, sesaat setelah peluit panjang berbunyi, beberapa pemain Argentina tertangkap kamera membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" (Kepulauan Falkland adalah milik Argentina) di tengah lapangan. Tindakan ini langsung memicu gelombang kontroversi karena dinilai melanggar aturan ketat mengenai pesan politik dalam sepak bola.
Kronologi Aksi Spanduk di Lapangan
Dalam laga semifinal tensi tinggi tersebut, Inggris sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon di menit ke-55. Namun, mental juara Argentina berbicara setelah mereka membalikkan kedudukan lewat gol telat Enzo Fernández (menit ke-85) dan Lautaro Martínez (menit ke-90).
Sayangnya, perayaan kemenangan dramatis ini dirusak oleh aksi pembentangan spanduk sengketa wilayah tersebut. Gelandang Giovani Lo Celso dan bek veteran Nicolás Otamendi terlihat memegang spanduk tersebut yang awalnya berada di tribun penonton. Lo Celso bahkan sempat meletakkannya langsung di atas rumput lapangan hijau selama perayaan tim.
Regulasi FIFA & IFAB yang Dilanggar
Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) dan FIFA memiliki aturan yang sangat kaku terkait netralitas politik di area pertandingan. Berdasarkan buku regulasi resmi IFAB mengenai perlengkapan pemain:
"Perlengkapan atau pakaian pertandingan tidak boleh menampilkan slogan, pernyataan, atau gambar yang bernada politik, agama, atau pribadi. Bagi pelanggar, baik pemain maupun tim, akan dijatuhi sanksi oleh penyelenggara kompetisi, asosiasi sepak bola nasional, atau oleh FIFA."
Selain regulasi perlengkapan, tindakan pembentangan spanduk di stadion juga melanggar aturan kode etik stadion FIFA terkait materi propaganda atau politik yang berpotensi memicu diskriminasi atau ketegangan antarnegara.