BISNISMARKET.COM - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berhasil membukukan kinerja finansial yang kuat pada kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1,13 triliun, menunjukkan peningkatan sebesar 19,02% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp953,80 miliar.

Peningkatan pendapatan ini didukung oleh kontribusi signifikan dari beberapa unit bisnis utama. Salah satu pendorong utama adalah PT Cimanggis Cibitung Tollways ("CCT") yang menyumbang pendapatan sebesar Rp232,76 miliar, atau sekitar 20,5% dari total pendapatan BNBR.

Selain itu, kinerja unit usaha PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk ("VKTR") Group juga memberikan kontribusi besar dengan membukukan pendapatan senilai Rp126,9 miliar. Kontribusi VKTR ini meningkat tajam sebesar 58,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan kinerja ini juga tercermin pada metrik EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization). BNBR mencatatkan EBITDA sebesar Rp296,44 miliar, melonjak 252,43% atau bertambah Rp212,33 miliar dari posisi Rp84,11 miliar pada kuartal I-2025.

Pencapaian paling impresif terlihat pada laba usaha, yang melonjak drastis mencapai 240,03%. Laba usaha naik sebesar Rp149,62 miliar, dari Rp62,33 miliar di tahun sebelumnya, menjadi Rp211,96 miliar pada kuartal I-2026.

Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk ("BNBR"), Anindya Novyan Bakrie, menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan dan laba usaha tersebut sangat bergantung pada performa CCT dan VKTR Group. "Begitu pula dengan kenaikan EBITDA, berasal dari kontribusi CCT sebesar Rp126,6 miliar atau 50,4% dari total EBITDA BNBR konsolidasi. Kenaikan laba usaha juga ditopang oleh kontribusi CCT sebesar Rp128,6 miliar atau 77% dari total laba usaha BNBR konsolidasi," kata Anindya Novyan Bakrie di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Anindya Novyan Bakrie juga menambahkan mengenai sumber pendapatan secara lebih rinci. "Kenaikan revenue Perseroan ini berasal dari kontribusi pendapatan PT Cimanggis Cibitung Tollways ("CCT") sebesar Rp232,76 miliar atau 20,5% dari total revenue BNBR konsolidasi dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk ("VKTR") Group sebesar Rp126,9 miliar atau 58,2% dari tahun sebelumnya," jelasnya.

Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti, merinci kontribusi dari unit usaha lainnya. Roy menyebutkan bahwa PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group mencatat kenaikan pendapatan 274,6% atau Rp207,6 miliar, terutama didorong oleh pendapatan CCT.

"Unit usaha PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) Group membukukan kenaikan pendapatan sebesar 58,2% atau Rp126,9 miliar. Kenaikan pendapatan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan VKTR holding sebesar Rp114,8 miliar atau 9510,0%. Ditambah lagi, PT VKTR Sakti Industries ("VKTS") mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar Rp88,0 miliar atau 854,5%," tambah Roy.