JAKARTA, BisnisMarket.com
- Bayangkan Anda baru saja menabung lama untuk membeli iPhone impian, namun
tiba-tiba harga produk tersebut melonjak drastis dalam waktu singkat. Situasi
inilah yang kini dirasakan masyarakat Jepang, di mana keinginan memiliki
perangkat Apple harus bersaing dengan kondisi ekonomi yang tak menentu. Apa
yang sebenarnya terjadi di balik lonjakan harga ini?
Melemahnya nilai tukar Yen Jepang yang kini berada di
level terendah dalam empat dekade terakhir memaksa Apple Inc. melakukan
penyesuaian harga untuk sejumlah produk andalannya di pasar Jepang. Langkah ini
menjadi bukti nyata betapa eratnya hubungan antara fluktuasi mata uang dan
harga barang impor di tengah persaingan bisnis global.
Kenaikan Harga Terjadi pada Berbagai
Produk Apple
Dilansir dari Bloomberg Technoz diakses pada (19/7),
harga awal untuk model iPhone 17 varian dasar dengan kapasitas penyimpanan 256
gigabyte kini tercatat sebesar 142.800 yen. Angka ini sekitar 10 persen lebih
tinggi dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai 129.800 yen.
Sementara itu, model iPhone 17 Pro dengan kapasitas
memori yang sama kini dijual seharga 194.800 yen, atau sekitar 8,3 persen lebih
mahal dibandingkan harga awalnya sebesar 179.800 yen. Tak hanya seri ponsel
pintar terbaru, produk lain seperti Apple Watch dan AirPods juga ikut
terdampak, dengan beberapa model mengalami kenaikan harga hingga 10 persen.
Seorang juru bicara Apple di Jepang menolak memberikan
komentar lebih lanjut mengenai penyesuaian harga ini.
Faktor Ekonomi yang Menjadi Pemicu Utama
Langkah Apple ini bukanlah hal yang asing di tengah
kondisi ekonomi Jepang saat ini. Seperti yang dijelaskan dalam laporan, banyak
pengecer lokal di sana terpaksa menaikkan harga produk impor karena nilai tukar
Yen yang terus berada pada posisi sangat rendah. Hal ini membuat biaya masuk
dan distribusi barang dari luar negeri menjadi jauh lebih mahal.
Perlu diketahui juga, hanya tiga minggu sebelum
penyesuaian harga ini, perusahaan asal Cupertino, California itu telah
menaikkan harga produk seperti Mac, iPad, perangkat rumah tangga, dan Vision
Pro secara global. Kala itu, alasan yang dikemukakan adalah kelangkaan chip
memori yang terjadi dalam waktu yang cukup lama, sementara iPhone, AirPods, dan
Apple Watch belum terdampak.