JAKARTA, BisnisMarket.com - Siapa
sangka bank yang selama ini dikenal sebagai rumah kedua bagi masyarakat yang
ingin memiliki hunian, kini justru mencatatkan pertumbuhan yang bikin mata
terbelalak. Di tengah tantangan ekonomi yang tak selalu mulus, PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk atau BTN justru berlari kencang dengan capaian yang
melampaui ekspektasi banyak pihak.
Pada semester I/2026, BTN resmi membukukan laba bersih
konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun. Angka ini melonjak tajam 40,8 persen secara
tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai
Rp1,70 triliun. Pertumbuhan ini bukanlah keberuntungan semata, melainkan buah
dari kerja keras bertahun-tahun.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi
selama satu dekade yang secara konsisten kami lakukan. Kami optimistis hingga
akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di
paruh pertama tahun ini,” ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam
konferensi pers, dilansir dari Bloomberg Technoz diakses pada (18/7).
Lebih Dari Sekadar Pembiayaan Rumah
Transformasi yang dijalankan BTN berjalan bertahap:
mulai dari memperkuat posisi sebagai ahli pembiayaan perumahan, menyempurnakan
sistem operasional, hingga masuk ke fase beyond mortgage. Artinya, BTN tak lagi
hanya berfokus pada pinjaman rumah, melainkan mulai melengkapi kebutuhan
finansial masyarakat secara menyeluruh.
“Strategi beyond mortgage tidak berarti meninggalkan
bisnis inti pembiayaan perumahan, tetapi melengkapinya sehingga nasabah BTN
bisa mengakses kredit dari masa produktif hingga masa pensiun. Langkah ini juga
akan meningkatkan daya tahan bisnis BTN dalam jangka panjang,” jelas Nixon.
Bukti nyata terlihat dari penyaluran kredit
konsolidasi yang tembus Rp418,11 triliun atau naik 11,2 persen dibandingkan
Juni 2025. Sektor perumahan tumbuh 4,8 persen menjadi Rp332,88 triliun,
sementara kredit non-perumahan justru melesat 46,1 persen menjadi Rp85,22
triliun. Pertumbuhan ini didukung ekspansi ke sektor pendidikan, kesehatan,
pemerintahan, hingga kerja sama pembiayaan kendaraan bermotor.
Kualitas Makin Terjaga, Fondasi Semakin Kokoh
Kabar baik tak berhenti di laba. Kualitas aset BTN
justru makin membaik: rasio kredit bermasalah turun dari 3,3 persen pada
semester I/2025 menjadi 2,99 persen pada semester I/2026. Selain itu, Loan at
Risk turun menjadi 18,6 persen dari 20,2 persen, sedangkan biaya kredit turun
drastis dari 2,0 persen menjadi 0,7 persen.