BISNISMARKET.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali menjadi buah bibir. Bukan hanya soal kebijakan fiskal yang kerap menuai pro dan kontra, tapi juga karena harta kekayaannya yang dari tahun ke tahun dilaporkan terus bertambah. Di tengah riuhnya perdebatan soal pajak dan kondisi ekonomi, pundi-pundi kekayaan sang menteri justru terlihat semakin menggemuk, menurut LHKPN. Tentu saja, hal ini tak luput dari perhatian publik yang semakin kritis.
Media sosial pun ramai dengan komentar pedas. Dulu dipuja sebagai pembawa angin segar di dunia keuangan negara, kini Sri Mulyani dianggap mengecewakan karena kebijakan-kebijakannya. Bahkan, ada yang berpendapat bahwa sejak awal, kehadirannya memang tidak membawa dampak positif bagi rakyat.
"Narasi dia jadi “hero” awalnya dari mana sih, dari awal emang udah “villain” ah kayaknya," kritik seorang warganet, dikutip Suaracom.
Komentar lain bahkan lebih menohok, mempertanyakan empati Sri Mulyani terhadap kondisi rakyat kecil.
"Ibu enak orang kaya.cuma satu hari jadi orang miskin ibu biar tau seribu itu berharga bagi rakyat miskin," ketik warganet lain dengan maksud mengkritik.
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menjadi acuan untuk melihat bagaimana harta Sri Mulyani terus bertambah dari tahun ke tahun. Kenaikannya bahkan mencapai miliaran rupiah.
Sri Mulyani sendiri telah menjabat sebagai Menteri Keuangan selama lebih dari enam tahun. Ia pertama kali ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo pada periode pertama pemerintahannya, dan kembali dipercaya untuk menduduki posisi yang sama pada tahun 2019.
Publik tentu berharap agar para pejabat negara, termasuk Menteri Keuangan, dapat lebih peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat dan membuat kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Kenaikan harta kekayaan pejabat di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat tentu menjadi ironi yang patut direnungkan.