JAKARTA, BisnisMarket.com - Bagaimana nasib perusahaan baja milik negara ketika kondisi keuangan sudah tertekan dan disertai isu hukum yang memanas? Itulah situasi yang tengah dihadapi PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) pada awal tahun 2026. Angka-angka keuangannya tercatat memburuk tajam, bersamaan dengan berjalannya proses penyelidikan dugaan korupsi yang melibatkan jajaran di lingkungan usahanya.

Arus Kas Membesar ke Arah Negatif

Dilansir dari Bloomberg Technoz diakses pada (10/7), per posisi Maret 2026, KRAS mencatat **arus kas bersih untuk aktivitas operasi negatif sebesar AS$145,57 juta atau setara Rp2,47 triliun** (dengan asumsi kurs Rp16.999 per dolar AS). Angka ini melonjak jauh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya tercatat negatif AS$10,99 juta atau sekitar Rp183,8 miliar.

Tekanan ini muncul bersamaan dengan meningkatnya sorotan hukum. Pihak Kepolisian Republik Indonesia telah melakukan serangkaian penggeledahan dan mengumpulkan alat bukti dalam penyelidikan dugaan rasuah yang melibatkan perusahaan ini, yang juga masuk dalam portofolio BPI Danantara. Bahkan, dalam salah satu penggeledahan pada 9 Juli 2026, polisi menyita 74 kilogram emas batangan dan uang tunai senilai sekitar Rp476 miliar yang terkait dengan kasus tersebut.

Pinjaman Besar Sebagai Penopang Utama

Untuk menutupi celah kas yang makin lebar, KRAS mengandalkan suntikan dana dari pemegang sahamnya. “KRAS mengikat perjanjian pinjaman dengan Danantara pada 19 Desember 2025,” dikutip dari laporan yang sama. Fasilitas pinjaman ini terbagi dua: pertama maksimal Rp4,18 triliun untuk kebutuhan bahan baku, dan kedua maksimal Rp752,8 miliar untuk program kesejahteraan karyawan, dengan jatuh tempo masing-masing hingga 2030 dan 2031.

Hingga Maret 2026, KRAS telah menarik dana pinjaman tersebut sebesar AS$242,32 juta, naik jauh dari penarikan sepanjang tahun 2025 yang hanya AS$66,72 juta. Berkat suntikan ini, pendapatan perusahaan naik menjadi AS$262,36 juta, dan mampu mencetak laba bersih AS$2,58 juta — berbalik arah dari kerugian AS$46,9 juta setahun sebelumnya.

Beban Utang Makin Menumpuk

Meski berhasil mencetak laba tipis, ada risiko lain yang mengintai. Penarikan pinjaman dalam jumlah besar membuat total liabilitas KRAS membengkak menjadi AS$2,16 miliar, terdiri dari utang jangka pendek AS$891,55 juta dan jangka panjang AS$1,27 miliar. Sementara itu, total aset tercatat AS$2,91 miliar dan ekuitas sebesar AS$745,57 juta.