BISNISMARKET.COM - PT Pertamina International Shipping (PIS) mengumumkan sebuah pencapaian penting dalam operasional pelayaran internasional mereka baru-baru ini. Kapal tanker andalan perseroan, Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride, telah berhasil menyelesaikan lintasan melalui perairan Selat Hormuz yang dikenal sangat sensitif.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata atas penerapan manajemen risiko operasional yang terstruktur dan efektif. PIS menunjukkan kapabilitasnya dalam menavigasi dinamika kawasan yang seringkali penuh dengan tantangan dan ketidakpastian geopolitik.

Pergerakan strategis kapal tanker raksasa tersebut dipantau dengan sangat ketat oleh pihak manajemen PIS. Pemantauan intensif ini dilakukan untuk memastikan keselamatan awak kapal dan integritas muatan selama melintasi jalur pelayaran internasional tersebut.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, secara resmi mengonfirmasi mengenai waktu dimulainya pelayaran krusial tersebut. Perjalanan aman melalui selat vital itu dimulai pada hari Selasa, 7 Juli 2026, tepatnya pukul 13.00 waktu Dubai.

"Pergerakan kapal tersebut dimulai pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 13.00 waktu Dubai atau pukul 16.00 WIB," ujar Vega Pita.

Pemantauan ketat terus dilakukan oleh tim operasional PIS sejak kapal memasuki zona sensitif tersebut hingga dinyatakan aman keluar dari area berbahaya. Proses pengawasan ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap standar keselamatan tertinggi.

Momen penting ketika kapal dinyatakan berhasil keluar dari area kritis Selat Hormuz terjadi pada hari Rabu, 8 Juli 2026. Kejadian ini menandai selesainya bagian paling berisiko dari rute pelayaran kapal tersebut.

"Kapal berhasil keluar dari area kritis Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026, pukul 00.15 WIB," tambah Vega Pita.

Setelah berhasil menaklukkan tantangan di Selat Hormuz, VLCC Pertamina Pride kini tengah melanjutkan pelayarannya menuju tujuan akhir. Kapal tanker tersebut dijadwalkan akan merapat di pelabuhan tujuan di Indonesia, yakni Cilacap.