JAKARTA, BISNISMARKET.COM – Nama Ghaza Muhammad Al Ghifari, taruna Politeknik Transportasi Darat Indonesia–Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI-STTD), mendadak menjadi sorotan publik setelah keikutsertaannya dalam ajang kompetisi akademik Clash of Champions (COC) Season 3 resmi dihentikan oleh Ruangguru.

Penghentian Ghaza Muhammad Al Ghifari dari program ini menyusul mencuatnya dugaan keterlibatannya dalam kasus pelecehan seksual yang viral di media sosial.

Sebelum kontroversi ini mengemuka, Ghaza dikenal sebagai mahasiswa berprestasi. Namun, kini ia menjadi perbincangan luas setelah berbagai unggahan di media sosial mengaitkannya dengan dugaan tindakan tidak terpuji terhadap seorang perempuan.

Perlu dicatat, hingga saat ini belum ada putusan pengadilan yang menyatakan Ghaza bersalah atas tuduhan yang beredar. Dugaan tersebut masih berkembang di ranah publik dan belum disertai penetapan hukum yang berkekuatan tetap.

Profil dan Prestasi Ghaza Muhammad Al Ghifari

Ghaza Muhammad Al Ghifari merupakan taruna Program Diploma IV Transportasi Darat di PTDI-STTD angkatan 2023. Ia berasal dari Mojokerto, Jawa Timur, dan lahir pada 8 Maret. Sebelum menempuh pendidikan di sekolah kedinasan tersebut, Ghaza merupakan lulusan SMA Negeri 1 Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Di lingkungan kampus, Ghaza cukup aktif berorganisasi. Ia tercatat sebagai Anggota Komisi II Bidang Olahraga dan Seni Dewan Musyawarah Taruna PTDI-STTD periode 2024/2025.

Secara akademik, Ghaza mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,45, yang menjadi salah satu pertimbangan utama dirinya terpilih sebagai peserta Clash of Champions Season 3.

Selain prestasi akademik, Ghaza juga dikenal sebagai atlet finswimming (renang menggunakan sirip). Pada Kejuaraan Nasional Finswimming tahun 2019, ia berhasil menyabet medali perunggu pada nomor 200 Meter Bifins KU-C.