JAKARTA, BisnisMarket.com - Apa yang terjadi ketika semangat inovasi bertemu dengan permintaan pasar yang meledak? Jawabannya terlihat jelas di pergerakan bursa saham dunia hari ini. Setelah reli kuat di Wall Street yang dipimpin sektor teknologi, harapan baru muncul bagi para pelaku pasar di kawasan Asia. Optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau AI menjadi pendorong utama yang mengubah arah pergerakan harga saham, khususnya di sektor semikonduktor.

Wall Street Bangkit, Saham Chip Jadi Bintang

Pada penutupan perdagangan Kamis, indeks S&P 500 naik 0,8 persen, sementara indeks saham semikonduktor bahkan melonjak lebih dari 3 persen. Indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi turut menguat sebesar 1,6 persen. Pergerakan ini menandakan kembalinya kepercayaan investor setelah sempat terjadi aksi jual tajam pada awal pekan.

Dikutip dari laporan Bloomberg Technoz (10/7): “Optimisme terhadap sektor teknologi kembali menguat karena investor melihat tanda-tanda bahwa ledakan investasi di bidang kecerdasan buatan masih berlanjut.”

Sebagai bukti nyata, Micron Technology Inc. dikabarkan berencana meningkatkan belanja pembangunan pabrik barunya di Amerika Serikat menjadi sebesar 250 miliar dolar AS, guna memenuhi lonjakan permintaan yang didorong oleh perkembangan pesat AI.

IPO SK Hynix Cetak Sejarah Baru

Salah satu sorotan utama hari ini datang dari raksasa chip asal Korea Selatan, SK Hynix Inc. Perusahaan tersebut akan meluncurkan Penawaran Saham Perdana (IPO) dalam bentuk ADR dengan harga ditetapkan sebesar 149 dolar AS per lembar.

Dengan harga tersebut, penawaran ini diperkirakan akan menghimpun dana sekitar 26,5 miliar dolar AS. Nilai ini menjadikannya sebagai penawaran saham terbesar yang pernah dilakukan perusahaan asing di pasar Amerika Serikat, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Alibaba Group senilai 25 miliar dolar AS. Perdagangan ADR SK Hynix dengan kode SKHYV resmi dimulai hari ini di pasar Nasdaq.

Bursa Asia Siap Membuka Lebih Tinggi