JAKARTA, BisnisMarket.com - PT Asabri (Persero) menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI yang membahas pengelolaan asuransi sosial dan dana pensiun bagi prajurit TNI, anggota Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pertahanan.
Dalam rapat tersebut, anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan, meminta Asabri mencari solusi agar manfaat pensiun yang diterima para purnawirawan dapat lebih layak dan mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sturman yang juga merupakan purnawirawan TNI mengungkapkan bahwa besaran pensiun yang diterimanya saat ini masih berada di kisaran Rp5 juta per bulan. Menurutnya, nominal tersebut belum cukup jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup yang terus meningkat.
"Saya pensiunan TNI hampir 35 tahun. Begitu pensiun saya menerima sekitar Rp4,77 juta, sekarang naik menjadi sekitar Rp5,2 juta."
Ia menegaskan bahwa dana pensiun seharusnya tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas masa pengabdian, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan penghasilan ketika seseorang memasuki masa pensiun.
Sturman mempertanyakan apakah tujuan penyelenggaraan dana pensiun benar-benar tercapai apabila para peserta hanya bergantung pada uang pensiun yang nilainya masih terbatas.
Selain menyoroti besaran manfaat pensiun, ia juga mengkritik pelayanan Asabri kepada peserta pensiun. Menurutnya, perusahaan seharusnya memiliki sistem yang lebih aktif untuk memantau peserta, terutama jika terdapat pensiunan yang tidak mengambil haknya dalam jangka waktu cukup lama.
"Bagaimana tujuan dana pensiun itu bisa tercapai kalau hanya mengandalkan uang pensiun?"
Ia juga meminta Asabri mengevaluasi mekanisme verifikasi identitas melalui aplikasi digital. Menurutnya, sistem tersebut masih menyulitkan sebagian besar peserta yang telah berusia lanjut dan belum terbiasa menggunakan teknologi.