Tensi di Timur Tengah kembali memanas menyusul pernyataan keras dari petinggi legislatif Republik Islam Iran. Mohammad-Baqer Ghalibaf secara tegas menyuarakan kemarahan mendalam atas tragedi yang menimpa warga sipil baru-baru ini. Serangan mematikan tersebut diduga kuat melibatkan aliansi militer dari Amerika Serikat dan Israel.

Ketua Parlemen Iran tersebut berkomitmen penuh untuk menuntut balas atas hilangnya nyawa anak-anak yang tidak berdosa. Ghalibaf menekankan bahwa tindakan balasan ini merupakan sebuah kewajiban moral yang harus ditunaikan oleh bangsa Iran. Ia bersumpah bahwa perjuangan mencari keadilan ini akan terus berlanjut hingga napas terakhir mereka.

Insiden tragis ini dilaporkan terjadi di sebuah institusi pendidikan yang berlokasi di wilayah Iran bagian selatan. Serangan tersebut menghancurkan bangunan sekolah dan merenggut nyawa para siswa yang sedang menimba ilmu di sana. Kejadian memilukan ini langsung memicu gelombang duka sekaligus kemarahan kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.

Melalui unggahan di platform media sosial X, Ghalibaf mengutip perkataan menyayat hati dari salah satu ibu korban. Beliau menyoroti penderitaan mendalam orang tua yang harus kehilangan buah hati mereka secara mendadak dan brutal. Sang legislator menegaskan bahwa aspirasi keluarga korban kini menjadi landasan utama bagi langkah pemerintah ke depan.

Dukungan penuh diberikan oleh pihak parlemen kepada seluruh keluarga yang terdampak oleh agresi militer tersebut. Ghalibaf memastikan bahwa negara tidak akan tinggal diam melihat rakyatnya menjadi sasaran serangan pihak asing tanpa alasan. Rakyat Iran disebut tidak akan berhenti menuntut pertanggungjawaban sampai tumpahan darah anak-anak mereka terbalaskan.

Situasi keamanan di wilayah strategis Iran kini dilaporkan berada dalam status kewaspadaan yang sangat tinggi. Retorika mengenai pembalasan hingga titik darah penghabisan menunjukkan keseriusan Teheran dalam menanggapi provokasi Amerika Serikat dan Israel. Dunia internasional kini mengamati dengan saksama langkah taktis maupun diplomatik yang akan diambil Iran selanjutnya.

Tragedi di sekolah Iran selatan ini menambah daftar panjang konflik terbuka yang melibatkan kekuatan besar di kawasan tersebut. Meskipun situasi terus berkembang secara dinamis, komitmen Ghalibaf untuk melakukan pembalasan tetap menjadi sorotan utama media. Bangsa Iran kini bersatu dalam duka sambil menantikan tindakan nyata dari para pemimpin tertinggi mereka.

Sumber: News.detik

https://news.detik.com/internasional/d-8383339/diserang-as-israel-iran-bersumpah-lakukan-pembalasan-hingga-napas-terakhir