JAKARTA, BisnisMarket.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa keputusan final mengenai besaran efisiensi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum ada. Rencananya, Purbaya akan segera menjadwalkan pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, pada pekan depan untuk membahas lebih lanjut mengenai hal tersebut.

"Belum, saya nanti ketemu ketua BGN yang baru mungkin minggu depan. Saya lihat seperti apa," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Pertemuan dengan pimpinan BGN ini sebelumnya dijadwalkan pekan ini dengan Kepala BGN sebelumnya, Nanik S. Deyang. Namun, pengunduran diri Nanik dari jabatannya dan penggantian posisinya oleh Sudaryono, membuat agenda pertemuan tersebut tertunda. Purbaya memastikan bahwa pembahasan efisiensi anggaran MBG akan segera dilakukan setelah ada konsolidasi di internal BGN.

"Tadinya mau ketemunya minggu ini tapi ganti, biar mereka konsolidasi dulu saya hadap mereka atau sebaliknya kita lihat seperti apa," jelas Purbaya.

Sebelumnya, Purbaya telah mengisyaratkan adanya potensi penurunan anggaran untuk program prioritas presiden tersebut. Hal ini disampaikan usai evaluasi besar-besaran terhadap strategi pelaksanaan MBG pada tahun 2026.

"Saya mau ketemu Ketua MBG minggu-minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya strateginya dia untuk tahun ini. Tapi yang jelas akan ada penurunan," ungkap Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Namun, Purbaya sendiri mengakui bahwa pembahasan detail mengenai anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menjadi agenda khusus dalam Sidang Kabinet Paripurna yang baru saja digelar. Fokus utama sidang adalah kemajuan ekonomi, risiko yang dihadapi ke depan, serta strategi dari Presiden.

"Enggak, enggak. Tadi enggak bahas MBG, bahas kemajuan ekonomi sekarang, dan risiko apa yang kita hadapi ke depan serta strategi Presiden apa," tegas Purbaya.

Senada dengan Menteri Keuangan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, sebelumnya juga telah membuka kemungkinan adanya penurunan alokasi anggaran untuk program MBG. Menurut Prasetyo, efisiensi anggaran sangat mungkin terjadi seiring dengan upaya perbaikan tata kelola dan pembenahan manajemen di BGN, yang juga disertai dengan proses validasi data penerima.