JAKARTA, BisnisMarket.com
– Bayangkan Anda berlibur ke India atau Arab Saudi, lalu cukup pindai kode QRIS
di ponsel untuk membayar makanan, belanja, maupun jasa tanpa perlu repot
menukar uang tunai atau mengurus kartu luar negeri. Atau wisatawan dari Hong
Kong yang berkunjung ke Bali bisa langsung bertransaksi menggunakan aplikasi
pembayaran asalnya lewat QRIS. Mimpi ini perlahan menjadi kenyataan berkat
langkah besar yang diambil Bank Indonesia!
Diskusi Masif dengan Tiga Pasar Baru
Dilansir dari Bloomberg Technoz (23/7), Bank Indonesia
tengah gencar membangun kerja sama pembayaran lintas negara untuk memperluas
jangkauan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Selain terus
melanjutkan pembicaraan dengan India, pihak BI juga sudah memulai pembahasan
mendalam dengan Arab Saudi serta Hong Kong.
Saat ini, QRIS lintas negara sudah bisa digunakan di
enam negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan
Tiongkok. Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan
dalam konferensi pers baru-baru ini: “Kami saat ini terus melanjutkan diskusi
dengan India untuk cross border dengan India, dan kita juga sudah memulai
diskusi secara mendalam dengan Saudi Arabia dan juga dengan Hong Kong.”
Ia belum bisa memastikan kapan kesepakatan akan
tercapai, karena proses ini membutuhkan kesiapan dari setiap pihak. “Tentunya
kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, dan juga koordinasi dengan
otoritasnya,” jelasnya.
Performa QRIS yang Semakin Menggila
Perlu diketahui, ekspansi ini didukung oleh kinerja
QRIS lintas negara yang terus tumbuh pesat. Sepanjang kuartal kedua tahun 2026,
total transaksi masuk mencapai sekitar 1,85 triliun rupiah, sedangkan transaksi
keluar sekitar 330 miliar rupiah dengan total gabungan mencapai 1,52 triliun
rupiah.
Secara ekonomi, langkah ini memiliki dampak yang
sangat luas. Menurut pengamat ekonomi Universitas Indonesia, Dr. Teguh
Dartanto, perluasan QRIS ke negara-negara baru akan memangkas biaya transaksi
luar negeri hingga 50 persen dibandingkan cara konvensional. Hal ini akan
sangat menguntungkan sektor pariwisata dan UMKM, karena wisatawan maupun
pembeli luar negeri akan lebih mudah berbelanja produk lokal.
Manfaat Nyata untuk Masyarakat dan Pelaku
Usaha