JAKARTA, BisnisMarket.com – Langkah pemerintah Indonesia menerbitkan obligasi berdenominasi Yuan Tiongkok atau Panda Bond menuai kesuksesan luar biasa. Nilai penerbitan yang disiapkan hanya Rp18,47 triliun, namun permintaan yang masuk melonjak hingga Rp44,85 triliun! Apa yang membuat instrumen ini begitu diminati pasar?

Nilai Penerbitan dan Jatuh Tempo

Dilansir dari Bloomberg Technoz (23/7), Kementerian Keuangan telah menyelesaikan transaksi penerbitan Panda Bond senilai 7 miliar Yuan Tiongkok atau setara Rp18,47 triliun dengan kurs yang berlaku saat ini. Penerbitan dibagi menjadi dua jangka waktu jatuh tempo:

·       Jatuh tempo 3 tahun senilai 5,6 miliar Yuan atau sekitar Rp14,78 triliun

·       Jatuh tempo 5 tahun senilai 1,4 miliar Yuan atau sekitar Rp3,69 triliun

 

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto mengonfirmasi transaksi tersebut berjalan lancar dan mendapat respon sangat positif dari pasar.

Permintaan Melonjak, Rasio Penutupan Capai 2,4 Kali Lipat

Total permintaan yang masuk mencapai 17 miliar Yuan atau setara Rp44,85 triliun, sehingga menghasilkan rasio penutupan penawaran sebesar 2,4 kali. Artinya, dana yang ditawarkan investor hampir dua setengah kali lipat lebih besar dari nilai obligasi yang diterbitkan.