JAKARTA, BisnisMarket.com
– Pergerakan harga emas dunia belakangan ini sungguh memikat hati para pelaku
pasar. Usai sempat merosot tajam hingga menyentuh ambang batas psikologis
penting, logam mulia ini tiba-tiba bangkit dengan cukup kuat dalam dua hari
berturut-turut. Kenaikan ini tentu memunculkan pertanyaan besar di benak banyak
orang: apakah ini saat yang tepat untuk memborong, atau justru waktu terbaik
untuk mencairkan keuntungan yang sudah didapat?
Kenaikan Tajam Usai Koreksi Dalam
Pada penutupan perdagangan Rabu (22 Juli 2026), harga
emas dunia di pasar spot tercatat di angka 4.133,3 dolar AS per troy ons. Angka
ini naik 1,36 persen dibandingkan hari sebelumnya, menjadikan kenaikan beruntun
selama dua hari mencapai hampir 3 persen.
Peningkatan ini terjadi setelah pada 16 Juli lalu
harga emas sempat tergelincir hingga di bawah 4.000 dolar AS per troy ons.
Kenaikan saat ini lebih banyak didorong oleh aksi beli saat harga rendah serta
rasa lega pelaku pasar karena level 4.000 dolar AS masih mampu bertahan.
“Rebound ini lebih karena aksi borong, disebabkan oleh
dip buying dan kelegaan bahwa level 4.000 dolar AS per troy ons masih terjaga.
Namun, saya tidak melihat ini sebagai tren struktural baru. Harga minyak sedang
naik lagi, dan kekhawatiran ini akan membatasi laju harga emas,” ujar Ryan
McKay, Ahli Strategi Komoditas Senior TD Securities, dilansir dari Bloomberg
Technoz (23/7).
Faktor Penghambat yang Perlu Diwaspadai
Perlu diketahui, harga minyak jenis brent pada hari
yang sama ditutup di angka 95,58 dolar AS per barel, melonjak 5,01 persen dan
menjadi yang tertinggi sejak 3 Juni lalu. Kenaikan harga energi ini memicu
kekhawatiran akan kembalinya tekanan inflasi yang lebih tinggi.
Jika inflasi kembali menguat, bank sentral di berbagai
negara kemungkinan besar akan kembali memperketat kebijakan moneter dengan
menaikkan suku bunga acuan. Padahal, emas adalah aset yang tidak memberikan
imbal hasil, sehingga memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku
bunga sedang tinggi.
Analisis Teknikal: Potensi Penurunan
Mengintai