JAKARTA, BisnisMarket.com - PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) menegaskan kembali identitasnya sebagai perusahaan holding investasi berbasis teknologi yang membangun, berinvestasi, dan mengakselerasi berbagai bisnis potensial di Indonesia. Penegasan ini bertujuan mengklarifikasi posisi perusahaan di mata publik, investor, dan mitra bisnis bahwa WGSH memiliki mandat yang lebih luas dari sekadar perusahaan teknologi informasi.

Sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), WGSH dikenal memiliki fondasi kuat di sektor teknologi. Namun, perkembangan bisnis menunjukkan bahwa teknologi kini menjadi inti kompetensi yang digunakan untuk menciptakan nilai tambah di berbagai sektor lain. Melalui pendekatan ini, WGSH memadukan kapabilitas teknologi, jaringan investor, keahlian operasional, dan strategi bisnis untuk mendukung pertumbuhan ekosistem usahanya.

"WGSH bukan hanya perusahaan IT. Kami adalah perusahaan holding investasi yang menggunakan teknologi sebagai penggerak utama untuk membangun nilai di berbagai lini bisnis. Dengan posisi ini, kami ingin memperjelas bahwa peran WGSH adalah membangun ekosistem usaha yang lebih luas, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan ekonomi masa depan," ujar Ikin Wirawan, Komisaris Utama PT Wira Global Solusi Tbk, dalam sebuah pernyataan resmi.

Melalui WGS Ventures, WGSH menjalankan strategi sebagai tech-driven diversified holding. Perseroan tidak hanya mendukung startup berbasis digital, tetapi juga sektor-sektor seperti agribisnis, manufaktur, dan properti yang dipadukan dengan teknologi. Diversifikasi ini dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat daya tahan bisnis, memperluas sumber pendapatan, dan menciptakan nilai bagi pemegang saham.

Proyek Strategis dalam Portofolio

Beberapa proyek yang diproyeksikan akan memberikan dampak langsung pada pembukuan, baik jangka pendek maupun panjang, termasuk Landlogic, Tumbara, dan Blue Phoenix.

1. Landlogic: Proyek pengembangan properti yang dimulai setelah WGSH mengakuisisi PT Lereng Lembah Madu pada tahun 2025. Lahan yang dimiliki telah dipecah menjadi 178 kavling perumahan yang siap dikembangkan dan dipasarkan untuk menjawab kebutuhan hunian yang terus meningkat di Indonesia.

2. Tumbara: Perusahaan distribusi produk pangan yang berfokus pada komoditas seafood. WGSH memiliki kepemilikan saham 10% dan menjalin kerja sama dalam memasok udang vanamei kepada salah satu jaringan supermarket nasional. Proyek ini memperkuat posisi WGSH dalam sektor ketahanan pangan dan distribusi produk perikanan bernilai tambah.

3. Blue Phoenix: Proyek ekonomi sirkular yang dijalankan melalui PT Qorser Teknologi. Fokus utamanya adalah perdagangan limbah botol plastik PET yang telah dicacah menjadi flakes sebagai bahan baku daur ulang. Proyek ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam mendukung industri ramah lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan.