BISNISMARKET.COM - Bank Indonesia (BI) tengah mencermati secara ketat potensi tekanan inflasi yang mungkin terjadi di Indonesia dalam waktu dekat. Antisipasi utama datang dari penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang tidak mendapatkan subsidi, terutama pada jenis Pertamax dan Pertamax Turbo.

Proyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi ini diprediksi akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) secara nasional. Hal ini disebabkan oleh peran vital kedua jenis BBM tersebut sebagai salah satu komponen penting dalam perhitungan inflasi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat beberapa sumber risiko inflasi yang memerlukan perhatian serius dari otoritas moneter tersebut. Fokus utama bank sentral adalah memitigasi dampak dari variabel-variabel eksternal dan domestik.

Tantangan terbesar yang sedang dihadapi oleh bank sentral saat ini bersumber dari dinamika ekonomi global yang terus bergejolak. Dinamika ini mencakup transmisi kenaikan harga minyak mentah dunia yang berdampak langsung ke pasar domestik.

Selain itu, kenaikan harga komoditas global turut menjadi faktor risiko yang diperhitungkan dalam proyeksi inflasi ke depan. Bank Indonesia harus menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga di dalam negeri.

Faktor lain yang menambah kompleksitas adalah potensi ancaman fenomena iklim El Nino yang dapat mempengaruhi sektor pangan. Kombinasi antara kenaikan biaya energi dan potensi guncangan pasokan pangan menjadi perhatian ganda bagi BI.

"Saat ini terdapat beberapa faktor risiko inflasi yang memerlukan perhatian serius dari bank sentral," jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman.

Beliau menambahkan bahwa tantangan utama yang tengah dihadapi berasal dari dinamika global, yaitu transmisi kenaikan harga minyak dunia dan komoditas global ke pasar domestik. Hal ini menggarisbawahi kerentanan ekonomi Indonesia terhadap gejolak internasional, ujar Aida S. Budiman.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, BI akan terus memonitor perkembangan ini untuk memastikan bahwa inflasi tetap berada dalam rentang target yang telah ditetapkan.