JAKARTA, BisnisMarket.com -
Bayangkan terbang hampir sehari penuh, melintasi benua dan zona waktu, namun
tiba dengan tubuh tetap segar, pikiran jernih, tanpa rasa lelah parah yang
biasa disebut jet lag. Apakah mungkin? Qantas Airways menjawab ya, dan siap
mewujudkannya mulai tahun depan. Dilansir dari Bloomberg Technoz (20/6),
maskapai asal Australia ini sedang merampungkan persiapan penerbangan langsung
terpanjang di dunia, sekaligus merancang berbagai cara agar perjalanan itu
tidak lagi menjadi ujian berat bagi tubuh manusia.
Proyek Sunrise: Mimpi Satu Dekade Menjadi
Nyata
Segalanya berawal dari tahun 2017, saat Qantas
meluncurkan Proyek Sunrise, menantang pembuat pesawat membuat mesin yang mampu
terbang sejauh 17.000 kilometer tanpa berhenti mengisi bahan bakar. Letak
Australia yang terpencil membuat perjalanan ke Eropa atau Amerika selalu
membutuhkan transit, menghabiskan waktu hingga 23 jam. Kini, pesawat Airbus
A350-1000 yang dimodifikasi khusus akhirnya mewujudkan mimpi itu.
“Kami telah mempelajari dampak perjalanan jarak jauh
pada tubuh, dampak jet lag pada tubuh. Kami memiliki data yang telah kami
integrasikan ke dalam layanan dan pengalaman kami yang membuat perbedaan,” ujar
CEO Qantas, Vanessa Hudson, saat memamerkan konsep kabin di Toulouse, Prancis
Selatan.
Pesawat ini bisa terbang sekitar 3 jam lebih lama dari
rekor saat ini (Singapura–New York sekitar 19 jam), berkat tangki bahan bakar
tambahan dan konfigurasi kursi yang lebih sedikit, hanya 238 kursi, jauh lebih
sedikit dari versi standar. Sekitar 40 persen dari total kursi adalah kelas
premium, demi kenyamanan lebih.
Kabin Bukan Sekadar Tempat Duduk, tapi
Ruang Sehat
Perubahan terbesar bukan hanya pada mesin, tapi pada
desain ruang dalam pesawat. Qantas tidak hanya menyediakan kursi, tapi
membangun zona kesehatan di tengah kabin yang luas setara beberapa baris kursi
dengan dilengkapi palang penyangga, panduan gerakan, dan ruang bergerak untuk
sekitar 8 orang sekaligus. Di sini penumpang bisa berjalan, meregangkan otot,
atau berinteraksi, menjaga sirkulasi darah tetap lancar.
Bekerja sama dengan para ilmuwan tidur dari
Universitas Sydney, setiap detail diatur demi tubuh penumpang:
Pencahayaan:
Diprogram meniru terbit dan terbenam matahari sesuai waktu tujuan, mengatur
ritme tidur alami tubuh.