BISNISMARKET.COM - Tragedi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur kembali memakan korban jiwa. Hingga pembaruan terbaru, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang setelah dua korban yang sebelumnya menjalani perawatan intensif dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Peristiwa nahas yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat luas.
Proses evakuasi dan penanganan korban masih terus dilakukan sejak insiden terjadi. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, petugas KAI, serta tenaga medis bekerja tanpa henti untuk mengevakuasi penumpang yang terjebak di dalam gerbong dan menolong korban selamat.
Sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian belakang rangkaian KRL yang menjadi titik benturan paling keras.
Korban meninggal dunia berasal dari berbagai latar belakang profesi dan usia. Di antara mereka terdapat guru, tenaga kesehatan, pekerja swasta, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga. Sebagian besar korban diketahui sedang dalam perjalanan pulang ketika kecelakaan terjadi dan tidak pernah sampai ke rumah.
Sementara itu, puluhan korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Bekasi dan Jakarta. Banyak korban mengalami luka berat seperti patah tulang, cedera kepala, luka robek, serta trauma akibat benturan keras.
Pihak rumah sakit terus memberikan penanganan intensif kepada para korban yang kondisinya masih kritis. Suasana duka dan haru terlihat di rumah sakit serta posko informasi korban.
Keluarga terus berdatangan untuk mencari kabar anggota keluarganya, sementara sebagian lainnya menunggu proses identifikasi jenazah. Tangis pecah ketika nama-nama korban diumumkan satu per satu.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah meninjau langsung korban di RSUD Bekasi dan memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung pemerintah.