WASHINGTON D.C, BisnisMarket.com Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan keras menyusul konfirmasi terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan AS dan Israel di Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Melalui platform Truth Social dan video resminya, Trump menyebut peristiwa ini sebagai titik balik sejarah bagi Timur Tengah dan kemenangan bagi kebebasan global.

Dalam unggahannya, Trump tidak menahan diri untuk melabeli Khamenei sebagai salah satu figur paling destruktif dalam sejarah modern.

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tiada," tulis Trump. "Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi bagi seluruh warga Amerika yang hebat dan orang-orang dari berbagai negara yang telah dibunuh atau disiksa oleh Khamenei dan geng preman haus darahnya."

Trump menegaskan bahwa operasi militer tersebut merupakan respons langsung terhadap ancaman nuklir Iran dan dukungan rezim tersebut terhadap terorisme global yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Selain mengumumkan kematian sang pemimpin, Trump memberikan pesan langsung kepada warga Iran. Ia menyatakan bahwa saat ini adalah "peluang tunggal terbesar" bagi rakyat Iran untuk menggulingkan kepemimpinan klerikal yang telah berkuasa selama 47 tahun.

Instruksi Keamanan: Trump meminta warga Iran untuk tetap berlindung selama operasi militer "masif dan berkelanjutan" berlangsung untuk meminimalkan korban sipil.

Rebut Pemerintahan: "Setelah kami selesai, ambillah alih pemerintahan kalian. Itu akan menjadi milik kalian," ujar Trump dalam video berdurasi delapan menit tersebut.

Pesan untuk Aparat: Ia juga menyerukan kepada pasukan keamanan Iran agar meletakkan senjata dan bergabung dengan "Patriot Iran" daripada terus membela rezim yang runtuh.