BISNISMARKET.COM - Sebuah tren lari santai yang kian mencuri perhatian publik Indonesia, dikenal dengan istilah "slow jogging", kini tengah menjadi topik hangat di berbagai platform media sosial. Fenomena ini semakin meroket popularitasnya setelah beredarnya rekaman video dari Korea Selatan.

Video-video tersebut menampilkan sekelompok orang yang tengah asyik berlari dengan tempo yang sangat tenang, memicu rasa penasaran dan keinginan untuk mencoba di kalangan masyarakat Indonesia.

Teknik lari yang diusung oleh slow jogging ini menekankan pada kecepatan yang sangat ringan. Kecepatan ideal yang disarankan berkisar antara 3 hingga 5 kilometer per jam saja.

Konsep sederhana namun efektif ini dengan sigap berhasil menarik perhatian banyak pegiat lari, terutama bagi mereka yang baru ingin memulai perjalanan di dunia lari.

Hal ini dikarenakan gerakan slow jogging dianggap sebagai metode yang tidak membebani fisik secara berlebihan. Para pelakunya tidak perlu khawatir akan kelelahan ekstrem.

Meskipun terkesan ringan, metode ini diklaim tetap memberikan manfaat kesehatan yang signifikan bagi para pelakunya. Ini menjadi daya tarik utama bagi banyak orang.

"Slow jogging kini tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial," tulis JAKARTAHYPE.COM.

"Popularitasnya meroket, terutama setelah banyak rekaman video dari Korea Selatan beredar luas, menampilkan sekelompok orang yang asyik berlari dengan tempo yang sangat tenang," tambah JAKARTAHYPE.COM.

"Teknik berlari yang satu ini mengedepankan kecepatan yang ringan, berkisar antara 3 hingga 5 kilometer per jam," lanjut JAKARTAHYPE.COM.