BISNISMARKET.COM - Dunia kesehatan di Papua Barat kembali diguncang oleh aksi kekerasan yang memprihatinkan. Sebuah insiden penyerangan keji menargetkan petugas medis di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya.

Aksi kekerasan ini menyebabkan kerugian besar dengan gugurnya dua orang tenaga kesehatan (nakes) yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan mereka di wilayah tersebut.

Pihak kepolisian telah turun tangan dan memastikan bahwa dalang di balik serangan mematikan ini adalah kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kerap beroperasi di Papua. Penyelidikan intensif kini tengah dilakukan untuk menangkap para pelaku.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada hari Senin, tepatnya tanggal 16 Maret, sekitar pukul 11.37 WIT. Lokasi spesifik penyerangan adalah di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw.

Dua korban meninggal dunia telah teridentifikasi berdasarkan inisial mereka, yakni YL dan YEB. Keduanya adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Selain dua korban jiwa, empat orang tenaga kesehatan lainnya turut menjadi korban dalam serangan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) tersebut. Kondisi mereka saat ini menjadi perhatian serius aparat keamanan.

"Polisi memastikan penyerangan yang menewaskan dua nakes itu ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB)," demikian ditegaskan oleh pihak kepolisian terkait motif dan pelaku serangan tersebut, dilansir dari sumber berita terkini.

Lebih lanjut, terkait perkembangan pengejaran, pihak berwenang kini menetapkan tujuh orang sebagai daftar pencarian orang (DPO). Mereka diyakini terlibat langsung dalam perencanaan dan eksekusi penyerangan sadis tersebut.

"Penyerangan terhadap nakes itu terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Tambrauw, pada Senin (16/3) pukul 11.37 WIT," jelas narasi kronologis kejadian yang dirilis pihak kepolisian setempat.