BISNIS MARKET – Dunia sepak bola internasional dan pariwisata Indonesia berduka hebat. Sebuah perjalanan wisata yang seharusnya penuh tawa berubah menjadi tragedi kelam setelah kapal pinisi yang membawa rombongan wisatawan asing tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo.

Kabar paling memilukan dikonfirmasi oleh otoritas setempat Pelatih tim utama Valencia Femenino CF Fernando Martin beserta tiga orang anaknya dinyatakan meninggal dunia dalam insiden maut tersebut.

Kapal bernama Blue Ocean Express yang disewa secara pribadi oleh keluarga sang pelatih berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo pada pagi hari menuju Pulau Padar. 

Namun, saat melintasi area perairan antara Pulau Lioli dan Pulau Pemana, cuaca ekstrem tiba-tiba datang menerjang.

Menurut keterangan saksi mata dan kru kapal yang selamat, angin kencang menyebabkan gelombang tinggi yang langsung menghantam lambung kapal hingga miring dan tenggelam dalam hitungan menit.

"Proses evakuasi berlangsung dramatis karena arus bawah laut yang sangat kuat. Tim SAR gabungan berhasil menemukan posisi kapal di kedalaman 30 meter," ujar juru bicara Basarnas setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak klub Valencia CF telah mengibarkan bendera setengah tiang di Stadion Mestalla. 

Sang pelatih, yang sedang menikmati jeda musim dingin bersama keluarganya di Indonesia, dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan para pemain dan pendukung Los Che.

"Kami kehilangan lebih dari sekadar pelatih. Kami kehilangan seorang ayah, mentor, dan keluarganya yang luar biasa. Doa kami bersama istri dan keluarga yang ditinggalkan di Spanyol," tulis pernyataan resmi pihak klub melalui media sosial.