BISNIS MARKET - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) kembali melakukan perombakan susunan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa, 16 September 2025.

Perubahan ini menjadi bagian dari strategi Telkom untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan mempercepat transformasi digital. Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah penghapusan jabatan Wakil Direktur Utama (Wadirut) yang sebelumnya diisi oleh Muhammad Awaluddin.

Posisi tersebut resmi dihapus dari struktur direksi, menandai langkah efisiensi dan penyederhanaan organisasi di tubuh Telkom.

Selain itu, Telkom juga menetapkan sejumlah nama baru dalam jajaran direksi. Posisi Direktur Human Capital Management kini diisi oleh Willy Saelan, menggantikan Henry Christiadi. Telkom juga memperkenalkan jabatan baru, Direktur Legal & Compliance, yang kini dijabat oleh Andy Kelana.

Perubahan ini mencerminkan komitmen Telkom dalam memperkuat aspek hukum dan kepatuhan di tengah dinamika industri telekomunikasi digital yang semakin kompleks.

Ira Noviarti, Mantan Dirut Unilever Jadi Komisaris Telkom

Salah satu sorotan utama dari RUPSLB Telkom 2025 adalah pengangkatan Ira Noviarti sebagai Komisaris Independen. Ira merupakan mantan Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang menjabat pada periode 2020 hingga 2023, termasuk saat menghadapi tantangan besar di masa pandemi COVID-19.

Ia telah bergabung dengan Unilever sejak 1995 dan menempati berbagai posisi strategis, baik di Indonesia maupun Asia Tenggara. Di antaranya adalah Beauty & Personal Care Director (2017–2020), Managing Director Unilever Foods Solutions South East Asia (2015–2017), serta Ice Cream, Media & Consumer Market Insight Director (2010–2015).

Pengangkatan Ira Noviarti sebagai Komisaris Independen Telkom menggantikan posisi Ismail, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, yang sebelumnya menjadi perwakilan pemerintah di jajaran komisaris.