JAKARTA, BisnisMarket.com
- Di tengah dinamika perekonomian dunia yang kerap berubah dan penuh
ketidakpastian, Indonesia justru menunjukkan ketahanan yang mengesankan. Bahkan
saat situasi global sedang tidak stabil, laju perekonomian tanah air tetap
mampu bergerak maju. Kini, pemerintah memasang target yang lebih tinggi dan
ambisius: mendorong pertumbuhan ekonomi hingga menyentuh angka 8 persen. Apakah
target ini bisa terwujud? Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah
membuka peta jalannya.
Dilansir dari Bloomberg Technoz (28/6), Menkeu Purbaya
menyampaikan keyakinannya bahwa target tersebut sangat mungkin dicapai, asalkan
seluruh instrumen kebijakan berjalan selaras dan terpadu. Ia menegaskan bahwa
upaya ini dilakukan secara bertahap, bukan secara instan.
“Ketika global gonjang-ganjing aja kita masih bisa
tumbuh 5,61 persen, ini kan mesin pertumbuhan ekonomi baru dipanaskan,”
ujarnya.
Langkah Awal Menuju Angka 6 Persen
Pemerintah merencanakan kenaikan laju ekonomi secara
bertahap. Pada tahun 2027, target pertumbuhan ditetapkan di kisaran 5,8 persen
hingga 6,5 persen sesuai dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok
Kebijakan Fiskal. Jika target ini tercapai, maka jalan menuju angka 8 persen
pada tahun 2029 akan semakin terbuka lebar.
Menurut kajian dari Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi
berkelanjutan sangat bergantung pada kualitas iklim investasi, efisiensi
birokrasi, serta daya saing produk ekspor. Hal ini selaras dengan strategi
pemerintah yang terus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
LPEI Jadi Andalan Dorong Ekspor
Salah satu penggerak utama yang diandalkan adalah
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang berada di bawah naungan
Kementerian Keuangan. LPEI memiliki program khusus untuk membantu Usaha Kecil
dan Menengah (UKM) yang ingin menjajakan produknya ke pasar luar negeri.
“Di Kemenkeu ada LPEI yang punya Program Pembiayaan
Kawasan Ekonomi untuk UKM eksportir, kita menawarkan suku bunga maksimal 6
persen per tahun bahkan 4 persen jika diperlukan demi pertumbuhan,” jelas
Purbaya.