BISNISMARKET.COM - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut baik langkah ambisius pemerintah yang menargetkan peningkatan ekspor sektor manufaktur hingga mencapai angka 30 persen. Target ini dinilai fundamental dalam upaya mengembalikan dan memperkuat fondasi industri yang ada di dalam negeri.
Namun, realisasi dari target ambisius tersebut memerlukan dukungan kebijakan yang bersifat konkret dan signifikan dari pemerintah pusat. Tanpa adanya perbaikan struktural yang memadai, pencapaian target tersebut diprediksi akan menghadapi hambatan serius di lapangan.
Hal ini menjadi sorotan utama bagi Apindo, yang melihat adanya prasyarat penting agar strategi peningkatan ekspor dapat berjalan mulus. Fokus utama yang disuarakan adalah perlunya pemerintah segera mengambil langkah untuk memangkas dua komponen biaya utama yang membebani industri.
Dua komponen krusial yang dimaksud adalah biaya logistik dan biaya energi yang selama ini dianggap masih terlalu tinggi. Biaya-biaya ini secara langsung mengurangi daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar global dibandingkan dengan negara pesaing.
"Apindo menyambut baik upaya pemerintah untuk meningkatkan target ekspor sektor manufaktur hingga mencapai angka 30 persen," sebagaimana disampaikan oleh asosiasi tersebut. Langkah ini menunjukkan sinergi antara harapan pemerintah dan kebutuhan industri untuk bertumbuh.
Akan tetapi, asosiasi tersebut secara tegas menekankan bahwa dukungan kebijakan harus bersifat struktural dan nyata. "Realisasi target ambisius tersebut membutuhkan dukungan kebijakan yang konkret dan signifikan dari pemerintah pusat," tegas Apindo.
Lebih lanjut, Apindo mengingatkan bahwa keberhasilan strategi ini bergantung pada kesiapan pemerintah dalam mengatasi isu-isu mendasar. "Apindo menekankan bahwa tanpa adanya perbaikan struktural, pencapaian target tersebut akan menghadapi hambatan besar di lapangan," ujar perwakilan dari asosiasi tersebut.
Dengan memangkas biaya logistik dan energi, pemerintah diharapkan dapat menciptakan iklim investasi dan produksi yang lebih kondusif. Hal ini akan menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa industri manufaktur nasional mampu bersaing secara sehat dan berkelanjutan di kancah internasional.
Dilansir dari Tren.BisnisMarket, penekanan pada perbaikan struktural ini menjadi pesan kuat dari kalangan pengusaha kepada pembuat kebijakan. Mereka berharap agar janji peningkatan target ekspor ini diikuti dengan aksi nyata dalam menurunkan beban operasional industri.