BISNISMARKET.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melakukan kunjungan mendadak ke gudang Bulog Panaikang di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk memverifikasi langsung kondisi cadangan beras nasional. Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan kepastian mengenai ketersediaan pangan di tengah berbagai dinamika yang terjadi.

Setibanya di lokasi pada pukul 11.16 WITA, Amran langsung memeriksa tumpukan karung beras yang terpantau sangat padat dan menjulang tinggi mendekati atap gudang. Ia secara teliti mengamati kualitas penyimpanan dan berdiskusi singkat dengan petugas lapangan terkait manajemen stok di sana.

Aktivitas peninjauan tidak terbatas di dalam gudang penyimpanan saja; Mentan Amran juga turun ke area bongkar muat barang. Bahkan, ia sempat menaiki langsung badan truk untuk memastikan bahwa muatan yang baru tiba memang terdiri dari gabah segar yang siap diolah.

Selanjutnya, rombongan bergerak menuju rice milling unit (RMU) untuk memantau alur proses pengolahan gabah menjadi beras konsumsi. Di unit penggilingan ini, ia kembali melakukan pengecekan detail dan mengambil sampel beras untuk ditunjukkan kepada awak media yang meliput.

Setelah semua proses verifikasi selesai, Amran menegaskan bahwa capaian stok beras saat ini merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah Republik Indonesia. Ia mengklaim stok beras nasional yang dikelola Bulog saat ini berada di angka sekitar 4,5 juta ton.

"Hari ini 761 ribu ton, seluruh Sulawesi Selatan. Tapi seluruh Indonesia, sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama Republik ini berdiri," kata Amran saat ditemui di lokasi, Minggu (5/4/2026), merujuk pada perbandingan stok di Sulsel yang dulunya maksimal 300 ribu ton.

Menurutnya, pencapaian signifikan ini adalah buah dari implementasi program prioritas pemerintah yang berhasil mendongkrak produksi pangan dalam kurun waktu yang relatif singkat. Pemerintah kini menghadapi tantangan baru terkait keterbatasan ruang penyimpanan fisik.

"Gudang kita sudah penuh, kapasitas gudang hanya 3 juta ton," ujarnya, menjelaskan bahwa pemerintah harus menyewa fasilitas penyimpanan tambahan untuk menampung surplus beras yang ada saat ini.

Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa stok akan terus bertambah, sehingga pemerintah harus mengambil langkah antisipatif untuk menambah daya tampung. "Jadi sekarang sudah sewa 2 juta ton gudang. Nah, ini kita akan sewa lagi ke depan. Kemungkinan ke depan itu 10 sampai 20 hari sudah 5 juta ton," sambung dia.