JAKARTA, BISNISMARKET.COM - Nama Muhammad Sabiq Ashraff tengah menjadi perhatian publik setelah disebut ikut menikmati aliran dana miliaran rupiah dari proyek jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan

Sabiq Ashraff merupakan putra dari Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, yang sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan terkait dugaan korupsi pengadaan jasa.

Dalam dugaan kasus tersebut, Sabiq Ashraff disebut menerima dana sekitar Rp4,6 miliar. Nilai tersebut bahkan hampir delapan kali lipat dari total harta kekayaannya yang tercatat sekitar Rp530 juta pada 2025. 

Uang tersebut diduga berasal dari proyek jasa outsourcing yang seharusnya menjadi hak para pekerja lapangan, namun justru dialihkan melalui praktik monopoli proyek di lingkungan pemerintah daerah.

Latar Belakang Keluarga dan Karier Politik

Muhammad Sabiq Asraf lahir di Bandung dan kini berusia sekitar 27 tahun. Ia merupakan anak dari pasangan Fadia Arafiq dan Mukhtaruddin Asraf Abu. 

Ibunya dikenal sebagai Bupati Pekalongan dua periode, sementara ayahnya merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang bertugas di Komisi X, yang membidangi pendidikan, olahraga, sains, dan teknologi.

Mengikuti jejak kedua orang tuanya, Sabiq juga terjun ke dunia politik melalui Partai Golkar. Pada Pemilu 2024, ia berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Pekalongan periode 2024–2029. Di lembaga legislatif tersebut, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Golkar.

Dalam pemilihan legislatif 2024, Sabiq memperoleh 904 suara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pekalongan 5, yang meliputi Kecamatan Lebakbarang, Petungkriyono, Talun, Doro, dan Karanganyar. Sebelum menjabat sebagai wakil ketua fraksi, ia juga pernah dipercaya sebagai bendahara fraksi.