TEL AVIV, BisnisMarket.com – Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan mengenai eskalasi militer antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang memuncak sejak akhir Februari 2026, sebuah realitas pahit mulai terungkap di sudut-sudut kota Tel Aviv.
Meski sistem pertahanan udara bekerja keras, beberapa proyektil dilaporkan berhasil menembus jantung kota, menyebabkan kerusakan pada situs-situs bersejarah yang selama ini jarang terekspos secara detail di media internasional.
Salah satu dampak paling signifikan dari serangan rudal balistik pada 28 Februari lalu adalah kerusakan pada kawasan The White City, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO yang terkenal dengan arsitektur Bauhaus-nya. Dua bangunan bersejarah, termasuk rumah "Froma Gurvitz" yang dibangun tahun 1937, dilaporkan mengalami kerusakan struktural parah.
Pusat Bauhaus di Tel Aviv menyatakan bahwa bangunan-bangunan ini bukan sekadar beton, melainkan simbol modernitas dan sejarah panjang kota tersebut. Selain itu, fasad kaca Teater Nasional Habima juga dilaporkan hancur akibat getaran ledakan rudal yang jatuh di dekatnya.
Mengapa Tak Banyak yang Mengetahuinya?
Ada beberapa faktor yang membuat skala kerusakan ini tidak langsung menjadi konsumsi publik luas:
Fokus pada Korban Jiwa: Media arus utama lebih banyak menyoroti jumlah korban, seperti tewasnya seorang pengasuh asing dan puluhan warga yang luka-luka, sehingga detail kerusakan infrastruktur non-militer sering kali tenggelam.
Protokol Keamanan Ketat: Komando Front Dalam Negeri (Home Front Command) memberlakukan pembatasan akses ke titik-titik jatuhnya rudal untuk alasan keamanan dan investigasi, sehingga dokumentasi visual yang beredar cenderung terbatas pada rilis resmi.
Dominasi Berita Geopolitik: Narasi mengenai kematian tokoh-tokoh besar di Teheran dan keterlibatan langsung AS jauh lebih mendominasi headline global dibandingkan kerusakan fisik bangunan tua di Tel Aviv.