BISNISMARKET.COM - Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) telah mengonfirmasi langkah strategis mereka untuk mengakuisisi perangkat sistem peluncur roket ganda berpemandu, yang dikenal sebagai Guided Multiple Launch Rocket System-Alternative Warhead (GMLRS-AW), beserta perlengkapan pendukungnya dari Amerika Serikat (AS).

Langkah pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) ini merupakan upaya signifikan dalam rangka memperkuat postur pertahanan negara tetangga Indonesia tersebut di kawasan.

MINDEF menjelaskan bahwa akuisisi ini secara spesifik mencakup selongsong roket (pods) jenis M30A2 GMLRS-AW. Pengadaan ini merupakan bagian integral dari upaya integrasi Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (High Mobility Artillery Rocket System/HIMARS) yang saat ini sudah dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata Singapura (SAF).

"Ini merupakan bagian dari upaya pengadaan multitahun MINDEF dan SAF untuk memastikan kesiapan operasional dan memenuhi kebutuhan pertahanan Singapura," tulis MINDEF, dilansir The Straits Times, dikutip Minggu (5/4/2026).

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS telah memberikan lampu hijau resmi atas potensi penjualan GMLRS-AW dan seluruh peralatan terkait kepada Pemerintah Singapura. Persetujuan ini membuka jalan bagi realisasi transaksi militer tersebut.

Berdasarkan dokumen pemberitahuan resmi kepada Kongres AS tertanggal 1 April 2026, Singapura mengajukan permohonan pembelian sebanyak 45 unit pods M30A2 GMLRS-AW. Estimasi total biaya untuk semua komponen ini mencapai US$ 83,14 juta, setara dengan sekitar Rp 1,41 triliun (berdasarkan asumsi kurs Rp 16.994 per US$).

Rencana transaksi yang masih menunggu persetujuan akhir dari Kongres AS ini tidak hanya terbatas pada amunisi utama. Paket penjualan mencakup juga penerimaan peralatan pertahanan non-mayor lainnya.

Paket tersebut mencakup kit telemetri, layanan teknis, bantuan teknis, serta elemen logistik dan dukungan program lainnya yang diproduksi oleh kontraktor utama, yaitu Lockheed Martin.

Pihak AS memberikan justifikasi atas dukungan penjualan alutsista ini kepada mitra strategis mereka. "Usulan penjualan ini akan meningkatkan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan mitra strategis yang merupakan kekuatan penting bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Asia," bunyi dokumen pemberitahuan kepada Kongres AS.