BISNIS MARKET - Ibrahim merupakan salah satu nabi dan rasul utama dalam Islam dan figur sentral dalam tradisi Yahudi serta Kristen, memiliki kisah yang kaya dan kompleks. 

Salah satu perdebatan yang sering muncul di kalangan para ulama, sejarawan, dan teolog adalah nama ayah kandungnya. Apakah benar nama ayahnya adalah Azar, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an, atau Tarikh, seperti yang dikenal dalam tradisi Yahudi dan Kristen?

Perbedaan ini bukan sekadar masalah nama, melainkan menyangkut pemahaman historis dan teologis. Untuk memahami isu ini, kita perlu melihatnya dari perspektif berbagai sumber ajaran.

Perspektif Al-Qur'an: Azar sebagai Ayah

Dalam Al-Qur'an, nama Azar disebutkan secara eksplisit dalam Surah Al-An'am ayat 74: "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada Azar, bapaknya, 'Mengapa kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata'."

Ayat ini dengan jelas menyebut Azar sebagai ayah (ab) Ibrahim. Berdasarkan ayat ini, mayoritas ulama tafsir klasik meyakini bahwa Azar adalah nama ayah kandung Nabi Ibrahim. 

Mereka menafsirkan kata "ab" sebagai ayah biologis, yang memperkuat pandangan bahwa Azar adalah figur ayah Ibrahim yang menyembah berhala dan ditentang oleh putranya.

Perspektif Alkitab dan Tradisi Yahudi: Terah sebagai Ayah

Di sisi lain, dalam Alkitab (Kitab Kejadian), nama ayah Ibrahim (yang disebut Abram) adalah Terah. Kitab Kejadian 11:27 menyebutkan: "Inilah keturunan Terah. Terah memperanakkan Abram, Nahor, dan Haran."