BISNIS MARKET – Nama Bahlil Lahadalia adalah anomali di panggung politik Indonesia. Di satu sisi, ia adalah figur yang paling sering 'dirujak' dan diserang habis-habisan oleh warganet di media sosial. 

Di sisi lain, ia mendapat dukungan dan pujian tegas dari pucuk kekuasaan, yakni Presiden Prabowo Subianto, yang secara terbuka menyebutnya sebagai sosok yang "sangat cerdas" dan "mengagumkan".

Dinamika kontras ini menjadikan Bahlil sebagai salah satu pejabat publik yang paling menarik sekaligus kontroversial.

Bahlil Lahadalia, yang kini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Ketua Umum Partai Golkar, tidak asing dengan hujatan daring. Kritikan yang dilayangkan netizen sering kali menyentuh berbagai isu, mulai dari kebijakan publik hingga urusan pribadi.

Bahlil pernah menjadi sasaran utama kemarahan publik terkait polemik kebijakan gas LPG 3 kg, yang sempat menimbulkan kebingungan dan antrean panjang di masyarakat. 

Kebijakan ini segera menjadi trending topic di platform X (Twitter), di mana dirinya dinilai tidak peka terhadap kesulitan rakyat kecil.

Selain kebijakan, latar belakang pendidikan Bahlil, khususnya mengenai gelar doktornya yang diraih dalam waktu relatif singkat, juga sempat menjadi bahan cibiran warganet. Foto-foto dirinya yang viral di media sosial pun tak luput dari serangan meme dan komentar negatif.

Dalam menghadapi badai hujatan ini, Bahlil sering menunjukkan sikap yang santai. Ia mengaku sudah terbiasa dengan kritik sejak kecil dan menganggap serangan di media sosial sebagai bagian dari risiko menjadi pejabat publik.

Di tengah hiruk pikuk kritik online, Bahlil mendapat tameng kuat dari Presiden Prabowo Subianto. Pujian-pujian yang disampaikan Prabowo, baik di forum resmi maupun dalam suasana santai, seolah menjadi penegasan bahwa kinerja dan kapabilitas Bahlil dinilai tinggi oleh lingkaran Istana.