Bisnismarket.com- Ledakan yang menewaskan 13 orang saat peledakan amunisi kadaluarsa di Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut Jawa Barat masih menyisakan trauma yang dalam utamanya bagi keluarga korban.
Bagaimana tidak, amunisi yang akan diledakkan itu sudah kadaluarsa dan sebelumnya sudah dilaporkan jika keadaan aman-aman saja.
Baik dari sisi jarak, sumur yang digunakan, termasuk tidak ada orang di sekitarnya. Saat dua sumur tempat diledakkan, semua berjalan lancar.
Tetapi tiba-tiba musibah terjadi, saat akan meledakkan amunisi di lubang ketiga. Terjadi ledakan dahsyat yang mengakibatkan 13 orang tewas.
Adapun korban yang tewas terdiri atas sembilan orang warga sipil dan empat orang anggota TNI AD sendiri.
Menanggapi peristiwa naas ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau Kang Dedi menyebut bahwa:
Sembilan orang warga sipil yang menjadi korban tewas ledakan amunisi kedaluarsa di Garut memang sudah lama bekerja di lokasi tersebut.
Bahkan ada yang sudah bekerja hingga 10 tahun.
"Mereka pengakuannya bekerja di sana. Sudah cukup lama, ada yang sampai 10 tahun membantu dan menjadi profesi yang ditekuni dalam setiap harinya, kata Kang Dedi.