BANDUNG, BisnisMarket.com — Gemuruh kebahagiaan menyelimuti seluruh penjuru Jawa Barat. Persib Bandung resmi menobatkan diri sebagai raja tertinggi sepak bola tanah air setelah berhasil mengunci gelar juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia—yang musim ini bertajuk BRI Super League 2025/2026.

Kepastian gelar ini didapat setelah skuat asuhan Bojan Hodak bermain imbang tanpa gol (0-0) melawan Persijap Jepara pada laga pamungkas pekan ke-34 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026) sore WIB.

Meskipun laga penentu tersebut berakhir nirgol akibat disiplinnya lini pertahanan Persijap yang dikawal kiper Muhammad Ardiansyah, tambahan satu poin sudah lebih dari cukup bagi Maung Bandung untuk mengamankan takhta tertinggi.

Drama Sengit di Pekan Pamungkas

Perjuangan Persib menuju tangga juara di akhir musim ini dipenuhi tensi tinggi. Di saat Persib ditahan imbang Persijap Jepara di GBLA, pesaing terdekat mereka, Borneo FC, tampil mengamuk dengan membantai Malut United lewat skor telak 7-1 di Samarinda.

Kemenangan besar tersebut membuat Borneo FC menyamai perolehan angka Persib Bandung di klasemen akhir, yaitu sama-sama mengoleksi 79 poin dari 34 pertandingan. Namun, berdasarkan regulasi kompetisi, Persib Bandung berhak mengangkat trofi juara karena unggul rekor pertemuan (head-to-head) atas Borneo FC (menang 3-1 di putaran pertama dan imbang 1-1 di putaran kedua).

Rekor Bersejarah: Hat-Trick Juara!

Keberhasilan musim ini tidak sekadar menambah koleksi trofi di lemari sula, melainkan melahirkan sejarah baru yang sangat langka. Persib Bandung resmi menjadi klub pertama di era profesional Liga Indonesia yang mampu mencatatkan three-peat alias meraih gelar juara kasta tertinggi selama tiga musim berturut-turut (2023/2024, 2024/2025, dan Super League 2025/2026).

Istimewanya lagi, ketiga gelar beruntun di bawah komando Bojan Hodak ini diraih dalam tiga format kompetisi yang berbeda, yakni Liga 1 format reguler, Championship Series, dan kini format kompetisi penuh Super League.