JAKARTA, BisnisMarket.com - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga menyentuh level Rp18 ribu membuat investasi valuta asing (valas) kembali menjadi topik yang banyak diperbincangkan.

Di saat kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian, mata uang asing kerap dianggap sebagai pilihan untuk menjaga nilai aset dari gejolak pasar.

Namun, apakah situasi saat ini benar-benar menjadi kesempatan terbaik untuk membeli valas?

Para perencana keuangan menilai bahwa keputusan berinvestasi dalam mata uang asing tidak boleh hanya didasarkan pada kondisi rupiah yang sedang melemah. Ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan agar langkah investasi tetap terukur dan tidak berisiko tinggi.

Belum Saatnya Membeli Valas Secara Besar-Besaran

Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia, Dandy, berpendapat bahwa kondisi saat ini masih dipenuhi berbagai ketidakpastian. Oleh karena itu, investor sebaiknya tidak langsung mengalokasikan dana dalam jumlah besar ke instrumen valas.

Menurutnya, arah pergerakan kurs masih dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi ekonomi nasional, kebijakan pemerintah, minat investor asing terhadap pasar Indonesia, hingga langkah-langkah yang mungkin dilakukan Bank Indonesia untuk menjaga kestabilan rupiah.

Karena itu, pelemahan rupiah saat ini tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan investasi. Nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan situasi ekonomi dan pasar keuangan.

Strategi Bertahap Lebih Disarankan